Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wabup: Setiap OPD Harus Lebih Responsif Gender

Gambar berita
14 April 2021 (15:48)
Pelayanan Publik
2914x Dilihat
0 Komentar
admin

Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron menyatakan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan kewajiban semua pihak. Maka dari itu, kondisi tersebut sudah sepatutnya menjadi perhatian seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tentunya dengan lebih responsif gender yang dapat dilakukan melalui kegiatan tematik di masing-masing OPD. Baik dari segi perencanaan maupun penganggaran.

Dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Rabu (14/4/2021) pagi, Gus Mujib sapaan familiar Wakil Bupati berpesan kepada seluruh peserta kegiatan agar turut mendukung dan mensukseskan jargon-jargon Bupati Pasuruan. Terutama yang berkaitan langsung dengan perlindungan perempuan dan anak, yakni Perwira yang merupakan akronim dari Perempuan Wirausaha. Juga Satria Mas atau Strategi Layanan Ekonomi Maslahat.

“Pemberdayaan perempuan dan anak adalah kewajiban kita. Karena begitu banyak andilnya di 1000 hari pertama. Itu berarti perempuan harus kita jaga dan diberdayakan. Terlebih prioritas pembangunan tahun pertama adalah pembangunan berbasis keluarga. Karena itu, OPD terkait harus lebih responsif gender. Dengan harapan, program-program yang sudah ada dari Pak Bupati bisa terlaksana dengan baik. Seperti Perwira dan Satria Mas”, jelasnya.

Di sisi lain, penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) harus dapat disinergikan dengan setiap OPD terkait. Sehingga dapat lebih mengoptimalkan program kegiatan yang bertujuan sebagai pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Pasuruan.

Gus Mujib juga menambahkan bahwa organisasi masyarakat muslim yang ada di Kabupaten Pasuruan juga memiliki peran besar dalam membantu mensinergikan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sehingga hasilnya akan lebih maksimal dan sesuai target.

“Peran dari ormas Islam adalah bagaimana bisa membantu untuk mensinergikan program dari Pemerintah. Selanjutnya, terkait sosialisasi DBH CHT akan saya bahas lebih lanjut dengan Pak Bupati. Terutama penggunaan dana untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak”, tandas Wakil Bupati.

Hadir dalam forum diskusi yang berlangsung sangat dinamis dan gayeng tersebut, Forkopimda Kabupaten Pasuruan, Kepala OPD terkait dan para Camat. Turut hadir juga perwakilan dari RSUD Bangil dan Grati serta beberapa lembaga serta perusahaan.  (Eka Maria+Iguh)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
BPBD Kabupaten Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuaca Ekstrim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan perin...

Article Image
13 Kali Berturut-Turut. Pemkab Pasuruan Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP

13 kali berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sukses mempertahankan pred...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Intens Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Sejak hari pertama Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan...

Article Image
Idul Adha 1447 H. Pemkab Pasuruan Salurkan 260 Hewan Qurban

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendistribusikan sebanyak 260 hewan qur...

Article Image
Ini Sapi Qurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kabupaten Pasuruan

Tahun ini, masyarakat Kabupaten Pasuruan kembali menerima sapi qurban dari Presi...