Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wabup: Setiap OPD Harus Lebih Responsif Gender

Gambar berita
14 April 2021 (15:48)
Pelayanan Publik
2789x Dilihat
0 Komentar
admin

Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron menyatakan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan kewajiban semua pihak. Maka dari itu, kondisi tersebut sudah sepatutnya menjadi perhatian seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tentunya dengan lebih responsif gender yang dapat dilakukan melalui kegiatan tematik di masing-masing OPD. Baik dari segi perencanaan maupun penganggaran.

Dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Rabu (14/4/2021) pagi, Gus Mujib sapaan familiar Wakil Bupati berpesan kepada seluruh peserta kegiatan agar turut mendukung dan mensukseskan jargon-jargon Bupati Pasuruan. Terutama yang berkaitan langsung dengan perlindungan perempuan dan anak, yakni Perwira yang merupakan akronim dari Perempuan Wirausaha. Juga Satria Mas atau Strategi Layanan Ekonomi Maslahat.

“Pemberdayaan perempuan dan anak adalah kewajiban kita. Karena begitu banyak andilnya di 1000 hari pertama. Itu berarti perempuan harus kita jaga dan diberdayakan. Terlebih prioritas pembangunan tahun pertama adalah pembangunan berbasis keluarga. Karena itu, OPD terkait harus lebih responsif gender. Dengan harapan, program-program yang sudah ada dari Pak Bupati bisa terlaksana dengan baik. Seperti Perwira dan Satria Mas”, jelasnya.

Di sisi lain, penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) harus dapat disinergikan dengan setiap OPD terkait. Sehingga dapat lebih mengoptimalkan program kegiatan yang bertujuan sebagai pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Pasuruan.

Gus Mujib juga menambahkan bahwa organisasi masyarakat muslim yang ada di Kabupaten Pasuruan juga memiliki peran besar dalam membantu mensinergikan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sehingga hasilnya akan lebih maksimal dan sesuai target.

“Peran dari ormas Islam adalah bagaimana bisa membantu untuk mensinergikan program dari Pemerintah. Selanjutnya, terkait sosialisasi DBH CHT akan saya bahas lebih lanjut dengan Pak Bupati. Terutama penggunaan dana untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak”, tandas Wakil Bupati.

Hadir dalam forum diskusi yang berlangsung sangat dinamis dan gayeng tersebut, Forkopimda Kabupaten Pasuruan, Kepala OPD terkait dan para Camat. Turut hadir juga perwakilan dari RSUD Bangil dan Grati serta beberapa lembaga serta perusahaan.  (Eka Maria+Iguh)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Malam Tahun Baruan, Mas Rusdi Sidak Pasar Bangil

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dibuat geram dengan para pedagang yang masih saja...

Article Image
Dishub Kabupaten Pasuruan Bagi-Bagi Bingkisan untuk Relawan Penjaga Perlintasan Sebidang Kereta Api

Menjelang pergantian tahun baru 2025 ke 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuru...

Article Image
Kawasan "Kumuh" di Kelurahan Bendomungal Bangil, Kini Cantik

Bangil, sebagai Ibukota Kabupaten Pasuruan terus dipercantik di setiap sudut kot...

Article Image
Buka Sosialisasi Wajar Dikdas 13 Tahun. Merita Rusdi Dorong Anak Pra-Sekolah Siap Masuk SD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi wajib b...

Article Image
1 Januari 2026, 35 PNS Pemkab Pasuruan Masuki Purna Tugas

Awal tahun 2026 mendatang, sebanyak 35 pegawai negeri sipil (PNS) di Lingkungan...