Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Reduksi Sampah Plastik Laut, Pemkab Pasuruan Bermitra Dengan Project STOP Bangun TPST3R

Gambar berita
26 Februari 2021 (16:56)
Pelayanan Publik
3601x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk mengatasi permasalahan sampah di perairan pesisir, Pemerintah Kabupaten Pasuruan semakin memperkuat jejaring kerjasama dengan multi pihak. Diantaranya dengan Project STOP sebagai mitra dan penyandang dana utamanya. Bentuk kerjasama berupa pembangunan dua fasilitas Tempat Pengelolahan Sampah (TPS) Terpadu Reduce-Reuse-Recycle atau TPST3R di Kabupaten Pasuruan.       

Diresmikan secara virtual oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan pada hari Jumat pagi (26/2/2021), kedua fasilitas TPS Terpadu tersebut berlokasi di Kecamatan Lekok dan Nguling. Masih dalam agenda peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, kegiatan peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dan dihadiri oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Masing-masing, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Heru Farianto dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Hari Aprianto. Juga Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Misbah Zunib dan Kepala Dinas Kominfo Syaifuddin Ahmad.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa nantinya, TPST3R difungsikan untuk mendaur ulang sampah di Lekok dan Nguling yang ditargetkan akan mulai dioperasikan penuh tahun depan. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Project STOP, termasuk dalam memberikan edukasi kepada masyarakat setempat tentang pemilahan sampah dari rumah warga. 

“TPST3R ini akan mengelola pengumpulan dan pemilahan sampah serta proses daur ulang sampah di kecamatan Lekok dan Nguling, dengan kapasitas sampai 32 ton per hari. Kedua fasilitas ini akan mengumpulkan semua sampah termasuk 1.500 ton sampah plastik pada saat beroperasi penuh pada 2022”, paparnya.

Kepala Daerah menambahkan, berkat kemitraan dengan beberapa stake holder terutama Project STOPhingga saat Pemerintah Kabupaten Pasuruan berhasil membangun sistem pengelolaan dan pengumpulan sampah. Termasuk membentuk Badan Usaha Desa yang melayani lebih dari 42.000 warga.   

“Project STOP berfokus pada pengelolaan sampah dan peningkatan manfaat sosial seperti kesehatan, perikanan, lapangan kerja, dan pariwisata. Kali ini, kami telah membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, lebih sirkular, dapat dikembangkan, dan dengan biaya lebih ekonomis di kecamatan Lekok dan Nguling di garis pantai dan memiliki tingkat pengumpulan sampah di bawah 1 persen”, tandas Bupati Pasuruan. (Eka Maria)  


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebakaran di Bromo Merembet ke Bukit Cinta. Pemkab Pasuruan Siagakan Banyak Kendaraan Damkar dan Tangki Air ke Kawasan Wisata Vital Lainnya

Sampai hari kesebelas, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Tam...

Article Image
Pemkab Pasuruan bersama TNI, POLRI, BPBD Jatim dan BNBP Terus Bahu Membahu Padamkan Kebakaran di Bromo

Sejak hari ketujuh sampai hari kesepuluh, tepatnya Selasa (11/8/2026), Kebakaran...

Article Image
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Launching Kampung MANDIRI

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo melaunching Kamp...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Klinik Kesehatan di Pondok Pesantren

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui salah satu program prioritas Bupati Pasuru...

Article Image
Puluhan Tahun, Kampung Pia di Kejapanan Gempol Tetap Jadi Sentranya Pia di Pasuruan Raya

Hingga saat ini, bisnis pembuatan kue pia di Kampung Pia Dusun Warurejo, Desa Ke...