Sejak hari ketujuh sampai hari kesepuluh, tepatnya Selasa (11/8/2026), Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Tosari, Kabupaten Pasuruan masih belum bisa dipadamkan.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan, mulai BPBD, Damkar, Satpol PP, TNI, POLRI dan masyarakat peduli api maupun BPBD Jatim, TNBTS dan BNPB tak henti-hentinya melakukan pemadaman, baik manual maupun melalui water boombing.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan api masih membakar hutan dan lahan di area Bukit Pusung Dhuwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Bahkan, kondisi medan yang terjal dan angin kencang membuat kobaran api melompati akses jalan raya yang menghubungkan bukit Pusung Dhuwur sisi timur ke barat.
Penyebabnya tak lain angin yang begitu kencang sehingga membuat kobaran api semakin meluas.
"Apinya terus berkobar karena dibawa angin yang begitu kencang," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Selasa (11/8/2026).
Dalam hal pemadaman manual, Pemkab Pasuruan menyediakan beberapa armada, diantaranya 3 unit kendaraan tangki aki ditambah 1 unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar). Selain itu ada pula 1 unit kendaraan damkar milik Kodim 0819 Pasuruan yang juga ikut membantu melakukan penyiraman di area yang dapat dijangkau kendaraan.
Selain itu, pemadaman manual dengan menggunakan gebyok yang dipukul ke sasaran api, juga tetap dilakukan di titik kebakaran berskala kecil.
Kata Sugeng, water boombing via helikopter juga terus dilakukan sedari pagi untuk mengurangi meluasnya kobaran api.
"Sekarang ini sudah memasuki hari kesepuluh pasca kebakaran pertama di Lumajang dan mudah-mudahan volume kebakarannya semakin mengecil," imbuhnya.
Dijelaskan Sugeng, kebakaran di Pegunungan Argowulan dekat Penanjakan Tosari sudah berhasil dipadamkan. Namun untuk di Pakis Bincil ataupun Dingklik, sampai sekarang masih terjadi kebakaran.
"Total ada 100 orang yang membantu memadamkan api secara manual," ucapnya. (emil)
Komentar