Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Merugi. Petani Mangga Alpukat di Desa Wonokerto, Sukorejo Gagal Panen

Gambar berita
07 Agustus 2021 (11:33)
Ekonomi
5435x Dilihat
0 Komentar
admin

Bulan agustus seharusnya menjadi surganya para petani mangga alpukat di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo Pasuruan.

Namun untuk tahun ini, mereka harus gigit jari, lantaran mangga-mangga mereka banyak yang tak berbuah alias gagal panen.

Adalah Sugiono (36), salah satu petani mangga alpukat di Dusun Krajan Utara. Ia mengungkapkan, gagalnya panen mangga tahun ini disebabkan oleh dua faktor utama, yakni cuaca dan hama.

Faktor cuaca sangat mempengaruhi perkembangan bunga, di mana pada maret lalu, hampir semua bunga di pohon mangga miliknya rontok karena hujan deras.

"Pernah 3 hari intensitas hujannya sangat lebat. Dan itu membuat semua bunga rontok dan gak jadi mbuah (berbuah)," kata Sugiono, di sela-sela melakukan penyemprotan buah di kebun mangga miliknya, Sabtu (07/08/2021) siang.

Selain cuaca, hama fungi (jamur) pada pohon mangga sangat berpengaruh terhadap perkembangan buah mangga. Kata Sugik-panggilan kesehariannya, sebenarnya hama tersebut sudah diantisipasi dengan penyemprotan. Namun, dirinya tak bisa berbuat apa-apa, lantaran jamur-jamur tersebut tak bisa dikendalikan ketika musim hujan beberapa waktu lalu.

"Kalau cuacanya basah seperti ketika pas pertama kali berbunga, jamur ini tak bisa dikendalikan. Karena cepat sekali berkembangnya," singkatnya.

Sugik sendiri memiliki sekitar 200 pohon mangga alpukat yang ia tanam di kebun seluas 2 hektar. Dari seluruh pohon tersebut, jumlah buah mangga yang dipanen bisa dihitung dengan jari. Padahal, biasanya ia bisa memanen antara 50-100 kilogram buah mangga per 1 pohon per sekali panen.

Namun, untuk sekarang, ia hanya bisa mengambil 3-5 buah saja. Padahal biaya perawatan sudah ia keluarkan untuk menjaga nutrisi pohon maupun penyemprotan terhadap hama yang menjadi musuh petani mangga.

"Setahun saya habiskan Rp 25 juta untuk biaya perawatan mangga. Tapi mau gimana lagi, pokoknya prihatin. Ini ujian bagi kami," singkatnya.

Ia berharap di bulan November mendatang, bunga-bunga yang sudah mulai tumbuh hari ini, bisa terus berkembang dan akhirnya bisa dipanen.

"Kami berdoa, karena berbunga seperti hari ini gak ada hujan. Insya Allah aman, pas bulan nove,ber bisa kami panen," harapnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Persiapan Liga 3 Nusantara, Pemain Persekabpas Mulai Latihan Bersama

2 bulan jelang dimulainya Kompetisi Liga 3 Nusantara, para pemain Persekabpas mu...

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...