Para Pemuda Karang Taruna Mutiara Telaga Bakti di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan berhasil membuat bimbingan belajar (bimbel) untuk membantu anak-anak desa agar semangat belajar dan tak putus sekolah.
Bimbel tersebut dinamai Akar Rumput dan sudah mulai aktif sejak september 2025.
Mukhammad Sholeh selaku Ketua Bimbel Akar Rumput menjelaskan, lulusan pendidikan anak-anak di Desa Alastlogo masih jauh dengan anak-anak di daerah perkotaan. Dalam artian masih ditemukannya siswa yang hanya mengenyam pendidikan sampai di tingkat SD saja.
Maka dari itu, dengan adanya bimbel, minat anak-anak di desa setempat untuk terus sekolah semakin meningkat.
"Sampai sekarang juga masih ada yang lulus SD trus gak mau melanjutkan lagi. Makanya kami dirikan bimbel ini untuk membuat mereka senang belajar," kata Sholeh di sela-sela kesibukannya, Senin (15/6/2026).
Dijelaskannya, bimbel dilaksanakan setiap jumat dan sabtu malam, tepatnya mulai pukul 6 sampai selesai. Menurut Sholeh, bimbel ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
"Semuanya gratis untuk anak-anak di desa Alastlogo," ucapnya.
Untuk membantu belajar anak-anak, ada 7 orang tutor yang seluruhnya punya latar belakang pendidikan keguruan. Kata Sholeh, para tutor tersebut ikhlas dibayar dengan nominal yang tidak seberapa.
"Alhamdulillah, tutor-tutor kami meski kami bayar gak banyak, mereka semuanya ikhlas," tegasnya.
Saat ditanya perihal sarana prasarana belajar, Sholeh mengaku pihaknya swadaya membeli seluruh peralatan mulai dari meja belajar, alat tulis dan sebagainya dari hasil penjualan hasil produk UKM pengurus.
"Ada juga bantuan dari salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Tapi rata-rata kami beli sendiri dari jualan produk," terangnya.
Bagi Sholeh, apa yang ia lakukan dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan anak putus sekolah yang sampai sekarang masih ada.
"Apalagi Kecamatan Lekok ini salah satu kantong kemiskinan dan pendidikan rendah," singkatnya.
Sementara itu, salah seorang Tutor, Yulia mengaku senang bisa menjadi bagian dari bimbel akar rumput. Ia beralasan ada kepuasan tersendiri saat bisa mengajar anak-anak Desa Alastlogo agar lebih berilmu.
"Banyak yang gak bisa matematika. Dasar penghitungan pembagian atau perkalian aja gak bisa. Makanya senang karena ini jadi tantangan buat kami," ungkapnya. (emil)
Komentar