Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo berkeliling ke sejumlah pengrajin batik maupun UMKM.
Seperti yang terlihat pada Senin (16/6/2026). Istri Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo itu mengunjungi gallery batik "nurita" di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.
Dengan didampingi Kadiskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghoni, kunjungan perempuan yang juga menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan ini begitu istimewa. Sebab bukan hanya melihat proses pembuatan batik sampai produk pakaian yang sudah jadi, melainkan ikut membelinya.
"Harus dibeli karena ini karya dan produk lokal yang sangat bagus, dan saya beberapa kali pesan batik di Ibu Nurita," ungkapnya.
Menurut Merita, potensi batik di Kabupaten Pasuruan terus mengalami progress yang signifikan. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin bertambahnya jumlah pembatik di masing-masing wilayah plus ciri khas batiknya.
"Kalau tidak salah sekarang ada 114 pembatik yang tersebar di Kabupaten Pasuruan. Ini luar biasa progressnya, dan kami senang mendengarnya," imbuhnya.
Untuk mendorong mereka naik kelas, pemerintah menyiapkan pelatihan teknis, fasilitasi pameran nasional, hingga kebijakan kewajiban penggunaan batik di lingkungan Pemkab Pasuruan.
Mela - sapaan akrab Ketua Dekranasda ini menegaskan, yang paling ditekankan saat ini adalah pelatihan jualan online, dan hal tersebut sudah dilaksanakan selama beberapa kali.
"Semua perajin mendapat pendampingan dari dinas terkait. Salah satu yang gencar kami lakukan, adalah pelatihan penjualan secara online. Ini penting, untuk memperluas jangkauan pasar dan mempermudah akses transaksi dengan konsumen luar daerah," terangnya.
Sementara itu, Nurita selaku Owner "Nurita Batik" menerangkan perjalanan usahanya dimulai pada akhir tahun 2013 lalu melalui program binaan CSR PT Sorini. Setelah melalui proses belajar dan kerja keras, usahanya mulai berkembang pesat dan membuahkan hasil signifikan sejak tahun 2018.
Kini, karya dari Nurita Galery Batik telah diminati oleh masyarakat lokal, nasional, bahkan hingga pasar internasional.
Dalam menjalankan usahanya, Nurita berkomitmen untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar dengan melibatkan para ibu rumah tangga.
"Kita berdayakan ibu-ibu rumah tangga yang pengangguran untuk membatik bersama. Sekarang totalnya ada 7 orang yang setiap hari membantu, dan banyak juga ibu-ibu yang bekerja dari rumah," ujar Nurita. (emil)
Komentar