Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Minta Peternak Tak Tolak Vaksinasi Untuk Sapinya

Gambar berita
22 Februari 2024 (04:53)
Kesehatan
2243x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan meminta para peternak untuk tidak menolak vaksinasi pada sapi-sapi mereka.  Sebab vaksinasi sangat penting untuk meningkatkan kekebalan sekaligus memperkecil peluang tertular PMK (penyakit mulut dan kuku).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah melalui Kabid Keswan dan Kesmafet, drh Panti Tri Absari menegaskan sampai saat ini masih banyak peternak yang menolak vaksinasi.

Alasannya sangat klasik. Sapi-sapi yang peternak punyai dalam keadaan sehat, sehingga dirasa tak perlu mendapatkan vaksin.

"Masih banyak peternak yang menolak vaksinasi. Padahal ini demi kesehatan dan keselamatan ternak mereka sendiri," kata Panti saat ditemui di ruangannya, Kamis (22/2/2024) pagi. 

Ditanya soal perkembangan vaksinasi ternak di Kabupaten Pasuruan, Panti menjelaskan jumlah sapi yang sudah divaksin sampai sekarang sebanyak 220.173 ekor. Terdiri dari 106.996 ekor sapi sudah selesai vaksin pertama. Selanjutnya 51.886 sapi telah divaksin tahap kedua, 49.869 sapi sudah vaksin tahap ketiga (booster pertama) dan 11.442 sapi yang sudah divaksin tahap keempat alias booster kedua.

Oleh karenanya, Panti meminta para peternak untuk tidak menolak, apalagi menunda-nunda vaksinasi demi keberlangsungan ternak itu sendiri. 

"Dan untuk vaksinasi, jangan menunda-nunda. Karena akhirnya kalau beneran sakit, malah makin merambah ke mana-mana dan makin gak sembuh," terangnya. 

Lebih lanjut Panti mengaku pihaknya mengerti betul ketakutan yang dimiliki oleh para peternak. Mengingat masyarakat biasanya akan mencap buruk perternakan bila ada hewan yang terkena PMK. Dengan begitu, nilai jual hewan akan merosot turun. 

Untuk itu, apabila ada gejala yang mengarah ke PMK, maka para peternak diminta segera melapor ke paramedis hewan terdekat.

"Kami yakin mereka pasti berusaha menyembuhkan dan membantu. Maka segera laporkan ke paramedis hewam, mantri hewan, desa/kelurahan dan seluruh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan," harapnya. 

Seperti diketahui, dalam seminggu terakhir, kasus PMK kembali merebak di Kabupaten Pasuruan. Total sampai dengan hari ini ada 157 kasus. Dari jumlah tersebut, 31 sapi mati, kemudian 98 sapi dinyatakan sakit akibat PMK, 5 sapi dipotong paksa, dan 23 sapi dijual. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Perbaiki Jalan Kedungbanteng - Wonokerto

Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara bertahap terus melakukan pemeliharaan berka...

Article Image
Mantapkan Kapasitas Kelembagaan, Wabup Shobih Lantik Dua Pejabat Fungsional Analis Kebencanaan

Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori lantik jabatan fungsional Badan Penanggu...

Article Image
Goes to School, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Sosialisasikan PAREEDI

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo goes to school,...

Article Image
RSUD Bangil Gelar Baksos Operasi Bibir Sumbing, ABUS dan Pemeriksaan BMD

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil menggelar Bakti sosial operasi bibir sumbi...

Article Image
Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-1097 Kabupaten Pasuruan, RSUD Bangil Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1097 Kabupaten Pasuruan, Rumah Sakit Umum...