Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Banjir Terjang 11 Desa di Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
09 Maret 2024 (06:31)
Lingkungan
7079x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Jumat (8/3/2024) siang-sore kemarin, mengakibatkan sejumlah wilayah di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir.

Tiga kecamatan terdampak yakni Grati, Winongan dan Rejoso.

Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir terparah ada di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Di dusun ini, banjir bisa setinggi 1-2 meter, lantaran kondisi permukiman warga yang lebih rendah dari sungai, membentuk cekungan.

Sampai berita ini ditulis, banjir masih menggenangi rumah warga, meski debit air sudah mulai turun.

Selain di Kedawung Kulon, banjir di wilayah Kecamatan Grati juga memasuki pemukiman warga di Desa Kedawung Wetan. Sedangkan di wilayah Kecamatan Winongan, banjir terjadi di 5 desa, yaitu Desa Prodo, Bandaran, Winongan Kidul, Lebak, dan Sruwi. Dari lima desa ini, wilayah terparah terjadi di Desa Bandaran, dimana ketinggian air banjir bisa mencapai 130 sentimeter.

Sementara di wilayah Kecamatan Rejoso, setidaknya ada 4 desa terdampak, yakni Toyaning, Arjosari, Rejoso Lor dan Jarangan. Terparah ada di Desa Toyaning sampai 370-an rumah yang terendam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, penyebab banjir menerjang sampai di tiga kecamatan tak lain karena intensitas hujan dari wilayah hulu yang sangat tinggi dan berlangsung hingga lebih dari satu jam. Terutama dari wilayah Kecamatan Lumbang dan Tosari. Sehingga sungai rejoso tak mampu menahan debit air yang begitu besar hingga meluap ke pemukiman.

"Beberapa hari ini hujan turun setiap hari mulai siang sampai sore, dan itu berlangsung berjam-jam. Terutama di wilayah atas seperti Lumbang, Tosari dan lainnya," kata Sugeng di sela-sela pantauan banjir di Desa Kedawung Kulon, Sabtu (9/3/2024) siang.

Dari seluruh wilayah terdampak, rata-rata warga tetap bertahan di rumahnya. Namun lain dengan warga Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon yang harus mengungsi ke masjid-masjid yang lokasinya aman dari banjir. Sebab banjir menutup sebagian besar bangunan tempat tinggal warga.

"Kalau tidak mengungsi ya bahaya, makanya kami bantu untuk mengungsi di masjid-masjid yang aman dari banjir," ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada korban jiwa dalam banjir kali ini, Sugeng menegaskan tidak ada.

"Tidak ada korban jiwa," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Resmikan Tutur Agrotourism Festival 2026, Gus Shobih Ajak Semua Pihak Bantu Promosikan Wisata dan UMKM Lokal

Tutur Agrotourism Festival 2026 resmi dibuka di kawasan Agro Wisata Bhakti Alam,...

Article Image
Ketua Dekranasda, Merita Rusdi Sutejo Tegaskan Potensi Batik di Kabupaten Pasuruan Alami Progress Signifikan

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan, Merita Ru...

Article Image
Doa Bersama Tahun Baru Muharam 1448 H. Bupati Rusdi : Semoga Kabupaten Pasuruan Senantiasa Menjadi Daerah Yang Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur

Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Pemerintah K...

Article Image
Bantu Pemerintah Tuntaskan Wajar Dikdas 12 Tahun. Karang Taruna Desa Alastlogo Bangun Bimbel Gratis

Para Pemuda Karang Taruna Mutiara Telaga Bakti di Desa Alastlogo, Kecamatan Leko...

Article Image
Pemkab Pasuruan Dorong UMKM Merambah Online, Gus Shobih Buka Pelatihan Digital Marketing 2026

Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, secara resmi membuka pelatihan Digital...