Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Warga Suku Tengger di Tosari Bromo Meriahkan Hari Raya Karo

Gambar berita
02 Agustus 2023 (15:52)
Wisata Budaya
10714x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Setiap tanggal 15 Bulan Karo (kedua) tahun saka, masyarakat Suku Tengger Bromo yang bermukim di wilayah Pasuruan atau disebut Brang Kulon, merayakan Hari Raya Karo.

Seperti yang terlihat pada Rabu (02/08/2022). Untuk yang kesekian kalinya, Pembukaan Hari Raya Karo dipusatkan di pendopo Balai Desa Tosari.

Dari pantauan di lapangan, Tradisi diawali dengan upacara pembukaan Hari Raya Karo. Upacara ini dipimpin oleh seorang romo dukun yang membacakan mekakat atau puja mantra pembukaan Hari Raya Karo.

Barulah nanti diakhiri dengan doa penutup upacara yang dilakukan oleh pimpinan lintas agama, Hindu, Kristen, dan Islam. Kemudian penampilan Sodoran atau Tari Sodor sebagai persembahan khas yang dilakukan oleh warga dari masing-masing desa Suku Tengger yang ada di Bromo.

Eko Warnoto selaku Dukun Pandita Tengger mengatakan,  Sodoran adalah tarian yang dianggap Sakral, lantaran melambangkan gerakan-gerakan simbolisasi asal mula (proses) lahirnya manusia. 

Selain itu Tari Sodor dalam perayaan Karo merupakan perlambang cikal bakal Suku Tengger dari leluhur mereka Joko Seger dan Roro Anteng, sehingga dianggap sakral karena dimainkan ketika Hari Raya Karo saja. 

"Sodoran hanya ditampilkan saat Hari Raya Karo saja, sehingga sangat sakral," jelas Eko Warnoto.

Para penari Sodor atau disebut juga Pengantin Sodor berjumlah 12-13 orang. Mereka menggunakan sodor (tongkat) dalam pementasannya. Pada klimaks tariannya, akan mengeluarkan biji-bijian dari tongkat yang disimbolkan sebagai kesuburan. 

Sedangkan makna Hari Raya Karo sendiri bagi masyarakat Suku Tengger di Gunung Bromo adalah sebuah refleksi kehidupan.

"Mereka akan mawas diri, dari mana sejatinya manusia berasal, dan akan kemana tujuan kehidupan selanjutnya atau disebut Sangkan Paraning Dumadi. Serta saling menjaga kerukunan dengan sesama manusia," terang Eko Warnoto. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Persekabpas Launching Jersey Official Liga 3 Nusantara 2026/2027

Ribuan sakeramania menyaksikan launching persekabpas fast Menuju Liga 3 Nusantar...

Article Image
Petakan Kebutuhan Industri dengan Skill Pencaker, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Training Needs Analysis

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan menggelar Training Needs Analysis (TNA)...

Article Image
Khidmat pada Ulama dan Santri. Pemkab Pasuruan dan PCNU Gelar Medical Check Up Gratis

Sejumlah kiyai hingga para santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Medical Check...

Article Image
Pimpin Apel Santri Nasional 2026, Gus Shobih: Santri Jangan Ada Rasa Minder

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel Hari Santri Nasional (HSN) tahun 20...