Untuk mewujudkan generasi tangguh, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika. Dalam sambutannya yang disampaikan di Gedung Pertemuan Rest Area Pohgading Pasrepan, Wakil Bupati A Mujib Imron mengajak kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama meneguhkan komitmennya dalam upaya memberantas peredaran narkotika. Diantaranya dapat dilakukan dengan berperan aktif dalam memberikan edukasi di lingkungan tempat tinggalnya terhadap bahaya narkotika.
Kata Gus Mujib demikian biasanya Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut akrab disapa menekankan tentang beberapa data empiris yang berkaitan dengan ekses negatif penyalahgunaan narkotika. Berikut, menjabarkan perihal dampak yang diakibatkannya kepada seluruh peserta yang diikuti oleh pengurus Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) NU se-Kabupaten Pasuruan tersebut. .
"Ayo selamatkan generasi kita dari bahaya narkoba. Mudah-mudahan anak-anak kita dijauhkan dari penyalahgunaan narkoba. Bagaimana pencegahannya menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami, Pemkab Pasuruan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait bahaya narkoba," tandas Wakil Bupati.
Tujuannya, kata Gus Mujib sapaan akrab Wakil Bupati, tidak lain untuk menyiapkan generasi bangsa yang sehat. Sekaligus menyelamatkan anak cucu, mereka generasi bangsa agar dapat membangun negara, daerah, desa. Tentunya terjauh dari konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba.
"Saya berpendirian, dengan daya rusak seperti itu, tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Karena itu dibutuhkan kerjasama semua pihak. Tidak hanya BNN, Kepolisian dan Pemerintah Daerah saja, tapi juga semua pihak harus turun tangan membantu melawannya," pinta Gus Mujib pada hari Jumat (22/9/2023).
Masih dalam momen yang sama, Gus Mujib meminta kepada semua pihak agar melakukan langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba lebih gencar, terukur dan berkelanjutan. Termasuk, peningkatan upaya terapi dan rehabilitasi pecandu narkoba serta keberanian penegakan hukum bagi para pengedarnya.
"Maka dari itu, penegakan hukum yang efektif dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba harus betul-betul kita kerjakan dengan serius. Tangkap dan tindak tegas. Bandar, pengedar dan para pemain besarnya. Tidak ada kata ampun. Saya minta, aparat penegak hukum meningkatkan kemampuan dan perkuat kerjasama antar lembaga. Jangan terjebak pada ego sektoral. Sebaliknya, perluas kerjasama dengan intelejen," ucapnya dengan lugas kepada para peserta agenda sosialisasi. (Eka Maria)
Komentar