Sebagai langkah deteksi dini penularan penyakit menular, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Pasuruan pro aktif menggelar program skrining Tuberkulosis (TBC atau TB Paru) ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat.
Seperti yang terlihat di SDN Petungasri III Pandaan, Jumat (4/9/2026). Puluhan pelajar plus para guru dan masyarakat sekitar sekolah, satu persatu mengantri untuk bisa mengikuti skrining TBC sekaligus cek kesehatan gratis.
Menariknya, ada satu kendaraan bus yakni Mobile Medical Check Up "Si Master " RSUD Bangil yang merupakan singkatan dari Si mobil Skrining Stop TBC Terintegrasi yang disulap sebagai tempat pemeriksaan.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina mengatakan, skrining atau pemeriksaan TBC dilakukan dengan menggunakan metode rontgen (X-ray).
Cara ini dipilih sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan paparan TBC di lingkungan sekolah maupun tempat-tempat lain.
"Skrining ini menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan penyakit, khususnya di lingkungan dengan tingkat interaksi tinggi seperti sekolah. Karena kita tahu bersama bahwa siswa sekolah memiliki mobilitas tinggi dan interaksi sosial yang padat, sehingga berpotensi menjadi salah satu kelompok rentan terhadap penularan penyakit menular," katanya.
Dijelaskan Arma, lingkungan sekolah menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian dalam pencegahan TBC. Melalui kegiatan ini, ia berharap kesadaran hidup sehat di kalangan siswa semakin meningkat.
"Bukan hanya siswa, tapi juga guru, kepala sekolah dan semua penghuni sekolah agar sama-sama peduli dan kesadarannya meningkat dalam menjaga kesehatannya,” terangnya.
Lebih lanjut Arma menegaskan bahwa eliminasi TBC merupakan program prioritas nasional yang dilaksanakan se-Indonesia. Termasuk dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1097.
"Kami lakukan di 24 kecamatan, sekolahan dan komunitas masyarakat demi mempercepat eliminasi TBC. Kegiatannya bersifat Active case finding. Jadi penemuan kasus secara aktif alias jemput bola. Karena semakin banyak ditemukan semakin bagus untuk kita obati sampai sembuh," harapnya.
Sementara itu, Kepala SDN Petungasri 3, Susi Aryati berterima kasih kepada Pemkab Pasuruan yang telah melaksanakan skrining TBC pada total 60 pelajar plus guru, ia dan para pegawai lainnya.
"Terima kasih kami ucapkan. Bahwa dengan skrining ini, jadi tahu ada atau tidaknya siswa dan pegawai sekolah yang terduga TBC atau bahkan susah positif," ucapnya. (emil)
Komentar