Penyakit Tubercolosis alias TBC maupun HIV AIDS di Indonesia masih menjadi PR Besar untuk segera dapat dieliminir, termasuk di kabupaten Pasuruan.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan memandang perlu adanya pencegahan dan pengendalian melalui penguatan kemitraan lintas sektor, seperti yang dilaksanakan pada Rabu (3/9/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Asih Tri Rahmi selaku Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia. Sedangkan dari Pemkab Pasuruan dihadiri oleh dr Sujarwo dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan hingga Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Pasuruan, Abdullah Nasih Nasor.
Menurut dr Sujarwo, dalam pertemuan ini, semua pihak terkait saling bersinergi, berkolaborasi, menyatukan komitmen, menyelaraskan program. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat sebagai pelaku utamanya.
"Forum Kemitraan ini diharapkan terbangun komitmen bersama antar pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung upaya Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria," jelasnya.
Sementara itu, anggota Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, Asih Tri Rahmi menegaskan bahwa kasus TBC di Kabupaten Pasuruan masuk di urutan ke 7 Jawa Timur. Dalam artian jumlah kasusnya cukup banyak, sehingga harus ada langkah cepat agar kasusnya bisa diturunkan.
"Untuk saat ini sudah dirilis bahwa kasus TBC di Kabupaten Pasuruan menempati urutan ketujuh dari 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Termasuk tinggi kasusnya, sehingga semua pihak harus bahu membahu mengatasinya," terangnya.
Melalui kegiatan Penguatan Forum Kemitraan ini, Asih berharap akan terbangun komitmen bersama antar pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Utamanya dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, yang kasusnya di kabupaten pasuruan masih cukup banyak," tegasnya. (emil)
Komentar