Pada
saat meresmikan jembatan Ngipik yang berada di Dusun Ngipik Desa Sumbersuko,
Kecamatan Gempol pada hari ini, Senin (18/12/2023), Penjabat (Pj.) Bupati
Pasuruan, Andriyanto menyampaikan rasa optmisnya. Khususnya berkaitan dengan prospek
lahirnya peluang usaha baru yang sudah pasti akan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan penghubung dua wilayah antara Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol dan Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan tersebut diharapkan berdampak signifikan terhadap mobilitas manusia. Kondisi itu pada akhirnya akan memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Dengan terbangunan kembali jembatan Ngipik ini, kami harapkan konektivitas dan akses jalan jauh lebih lancar. Tidak hanya mobilitas barang dan jasa saja, tapi juga mobilitas manusia yang akan menjadi semakin efisien," ungkapnya.
Dengan demikian, kata Pj. Andriyanto, daya saing akan semakin meningkat. Implikasinya, kondisi itu akan semakin prospektif bagi pengembangan usaha-usaha baru. Di sisi lain, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur tersebut meminta kepada seluruh masyarakat agar saling memelihara jembatan Ngipik dengan baik. Sehingga dapat diakses para pengguna jalan dalam jangka panjang.
"Membangun adalah hal yang mudah. Asal ada uang, pasti beres. Tapi, memeliharanya tidak mudah. Jika hanya bisa membangun saja tapi tidak bisa memelihara, itu sama saja dengan membuang buang uang dan tenaga," tandasnya sesaat sebelum meresmikan jembatan yang pernah ambrol pada tahun 2021 silam itu.
Menurutnya, sekuat apapun proyek pembangunan kalau tidak dipelihara secara bersama-sama, maka akan cepat rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Oleh karenanya dibutuhkan kesadaran kolektif dalam pemanfaatannya.
Sementara itu, peresmian jembatan Ngipik diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Pj. Bupati Andriyanto, didampingi oleh Kepala Perangkat Daerah terkait. Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi dan anggota lainnya. (Eka Maria)
Komentar