Puncak Peringatan Haul ke-45 Al-Maghfurlah Al-'Arif Billah KH. Abdul Hamid bin Abdullah Umar (Mbah Hamid Pasuruan) dan Haul Ke-36 Nyai Hj Nafisah yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026), betul-betul menyedot anemo umat islam.
Puluhan ribu jamaah dari berbagai penjuru daerah di tanah air memadati seluruh sudut Kota Pasuruan, mulai dari Pondok Pesantren Salafiyah, Masjid Agung Al Anwar, Alun-alun Kota Pasuruan, Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Kabupaten Pasuruan hingga rumah-rumah warga. Seluruhnya menyambut Haul dengan gembira.
Diantara puluhan ribu jamaah tersebut, ada banyak ulama besar yang hadir, diantaranya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staguf beserta Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz. Hadir pula Gus Baha', KH Idris Hamid, Kiyai Hamid bin Ahmad Khusairi, KH Abdul Qodir bin Achmad Sahal, KH Iqbal Ramadhan, Habib Muchsin dan lainnya.
Selain itu, beberapa pejabat penting juga tampak hadir, diantaranya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta Wagub Jatim, Emil Dardak. Kemudian mantan Menpan RB Abdullah Azwar Anas; Walikota Pasuruan, Adi Wibowo beserta Wawali Muhammad Nawawi, serta undangan kehormatan lainnya.
Ketua Panitia Haul, Gus M. Nailurrohman alias Gus Amak menjelaskan, rangkaian Haul Mbah Hamid didahului dengan beberapa kegiatan, diantaranya Khotmil Qur'an selama tiga hari berturut-turut, yakni mulai 18-20 agustus 2026 di Musholla Ponpes Salafiyah maupun di sekitaran Makam Kiyai Hamid.
Kemudian Pameran Seni, Maulid Habsyi, Temu Alumni ISIS, hingga Forum besar yang mempertemukan para pengasuh Pondok Pesantren di tanah air.
Yang menarik, ada satu pembahasan penting yang menyita perhatian bersama dalam forum tersebut. Yakni hukum melakukan kloning foto atau suara seseorang yang telah meninggal dunia.
Menurut Gus Amak, seluruh kiyai sepakat bahwa mengkloning foto maupun suara seseorang yang telah meninggal dunia adalah haram bagi yang tidak mendapatkan izin dari pemilik suara/foto maupun ahli waris.
" Hasilnya, hukum kloning suara/foto diputuskan mengkloning hukumnya haram jika tidak dapat izin dari pemilik suara atau foto atau ahli waris," katanya.
Sementara itu, Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa sosok alm Kiyai Hamid tak hanya populer di Pasuruan saja, melainkan menjadi teladan banyak umat islam dari seluruh penjuru negeri.
"Salah satunya ketika saya menghadiri Haul di Jember, para ulama di sana selalu menyampaikan bahwa sosok Mbah Hamid adalah bukan sembarang kiyai. Banyak keteladanan yang dicontohkan padanya kepada kita semua," ucapnya.
Diketahui, rangkaian acara diawali sejak pagi hari dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebanyak 100 kali, Surah Al-Waqi’ah, Surah Al-Mulk, Ratibul Haddad, Maulid Az-Azab, dan Mahalul Qiyam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan formal, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan manakib Mbah Hamid, sambutan- sambutan, mau’idhoh hasanah, serta ditutup dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan doa.
Untuk memastikan kelancaran acara, sekitar 1.000 personel petugas gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Banser, Dinas Kesehatan, serta relawan dikerahkan guna mengamankan jalannya haul.
Selain pengamanan, suasana haul juga diwarnai dengan aksi sosial gotong royong dari panitia dan sukarelawan yang menyediakan makanan maupun minuman gratis bagi para jamaah yang hadir.
Termasuk Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang menyediakan Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti sebagai tempat istirahat maupun jamaah yang ingin mengikuti haul dari rumah dinas Bupati Pasuruan ini.
Menurut Mas Rusdi, Pemkab Pasuruan telah menyediakan sebanyak 2000 nasi bungkus, 3000 pop mie, 3000 kue pasar, 600 kardus air mineral hingga wedang pokak, kopi dan lainnya.
"Kami juga memohon maaf jikalau apa yang telah kami sediakan tidak mencukupi karena membludaknya jumlah jamaah," ucap Mas Rusdi. (emil)
Komentar