Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemprov Jatim Akan Uji Coba KBM Tatap Muka Langsung

Gambar berita
14 Agustus 2020 (10:36)
Pelayanan Publik
3084x Dilihat
0 Komentar
admin

Mulai tanggal 18 Agustus 2020, Pemprov Jatim berencana membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka langsung secara bertahap yang akan diujicobakan untuk  jenjang SMA/SMK. Rencana tersebut diberlakukan setelah Mendikbud RI, Nadiem Makarim mengijinkan pembelajaran secara langsung untuk daerah berzona kuning di masa pandemi Covid-19.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ujicoba akan diberlakukan dengan beberapa tahapan penting. Tidak semua sekolah melakukan uji coba  proses belajar secara langsung. Tetapi hanya berlaku untuk daerah Kabupaten/ Kota yang berada di zona hijau, kuning dan oranye.

"Pemprov Jatim akan melakukan uji coba proses belajar mengajar secara langsung di sekolah untuk jenjang SMA dan SMK secara selektif atas persetujuan Bupati/ Walikota. Jadi untuk sekolah yang berada di zona merah akan tetap ditutup, sedangkan di zona hijau, kuning  dan orange  akan dibuka", ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa  (12/8/2020).

Tidak semua sekolah akan dibuka dan melangsungkan proses belajar mengajar tatap muka secara langsung. Sekolah yang dibuka pun berdasarkan zonasi wilayah Covid-19 yang bukan zona merah. Untuk sekolah yang berada di wilayah zona kuning, proses belajar mengajar akan dibuka 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Sedangkan untuk zona oranye akan dibuka 25 persen.

Di sisi lain, setiap sekolah diminta menyiapkan 4 mata pelajaran. Setiap harinya berdurasi 45 menit setiap pelajaran.Sehingga waktu pembelajaran tatap muka selama uji coba hanya 4 jam pelajaran per hari tanpa jam istirahat. Dengan asumsi bila masuk sekolah pukul 07.00 WIB, maka pukul 10.00 WIB sudah pulang sekolah.

"Zonasi tersebut terus akan diperbaharui. Misal ada perubahan zonasi dari kuning ke oranye maka kapasitas siswa yang masuk harus dikurangi dari 50 persen menjadi 25 persen. Hal yang kita harapkan adalah zona-zona tersebut bisa tetap pada kondisi yang baik. Bagi sekolah yang sudah dibuka berdasarkan zonasi tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan masker", tegasnya.

Ditambahkan perempuan nomor satu di Jatim tersebut, khusus sekolah di zona merah masih belum bisa dibuka untuk sementara waktu. Tujuannya untuk mengurangi resiko siswa terpapar Covid-19. Berikut benar-benar mempersiapkan kepastian keamanan dan perlindungan kesehatan sebelum ujicoba dilaksanakan. Diantaranya dengan bersinergi bersama Mendagri, meluncurkan program 26 juta masker bagi warga Jatim beberapa waktu lalu.

"Dengan adanya program tersebut diharapkan masyarakat terdorong dan termotifasi untuk menggunakan masker secara benar. Sebagai contoh, sebagian besar banyak yang memiliki masker tapi disimpan di saku atau dipakai kurang benar, maka program bagi-bagi masker itu sebagai edukasi menggunakan masker yang benar agar dapat memberikan perlindungan dengan baik", tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi menjelaskan bahwa jajarannya telah melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah Kabupaten/Kota, terutama dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat. Memastikan pelaksanaan ujicoba pembelajaran tatap muka terbatas tersebut mendapat persetujuan dan dukungan dari Kabupaten/Kota.

Nantinya, dalam ujicoba pembelajaran tatap muka akan diterapkan metode blended learning dengan memadukan metode pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas di sekolah, baik secara daring (online) maupun luring (offline).

“Masing-masing sekolah telah menyiapkan jadwal secara cermat, kapan seorang siswa hadir di sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka dan kapan belajar dari rumah. Demikian pula kurikulumnya, sudah disesuaikan dengan kurikulum darurat yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud. Tentunya dengan menekankan pada kompetensi inti dari suatu mata pelajaran”, pungkasnya seprti yang diberitakan di laman birohumas.jatimprov.go.id. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Hadiri Halal Bihalal PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PD Muhamma...

Article Image
33 Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Disalurkan ke Desa/Kelurahan

Fasilitas hingga sarana dan prasarana yang ada di dalam Koperasi Desa/Kelurahan...

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...