Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Peduli Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu, Ratusan Warga Binaan Gelar Sholat Ghoib dan Doa Bersama

Gambar berita
30 September 2018 (13:02)
Umum
2970x Dilihat
0 Komentar
admin

Ratusan Warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Bangil, Minggu (30/09/2018) pagi menggelar Sholat Ghoib dan Doa Bersama untuk korban gempa di Donggala dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Digelarnya Sholat Ghoib dan doa bersama itu tak lain sebagai bagian dari kepedulian sekaligus mendoakan agar masyarakat di Sulawesi Tengah bisa segera bangkit dari trauma akibat bencana tersebut.

Dari pantauan di lapangan, Sholat Ghoib dan doa bersama digelar sekitar pukul 09.00 WIB. Ratusan warga binaan dan petugas sangat khusyuk melaksanakan sholat ghoib yang dilaksanakan di Aula Blok Hunian Rutan tersebut.

Sedangkan jalannya Sholat Ghoib dan Doa Bersama dipimpin oleh Ustadz Ghufron, salah satu warga binaan di Rutan Bangil, serta diikuti oleh 358 warga binaan plus petugas Rutan Bangil.

Wahyu Indarto, Kepala Rutan Kelas II B Bangil mengatakan, Rutan Bangil ikut prihatin dengan kejadian gempa dan tsunami yang memporak-porandakan banyak sarana dan prasarana di Palu dan Donggala, serta menyebabkan ratusan warga meninggal dunia.

“Duka warga Sulawesi Tengah adalah duka kita bersama. Kami ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Palu dan Donggala. Untuk itu, semoga dengan Sholat Ghoib dan doa bersama, seluruh korban yang meninggal dunia dapat diterima segala amal ibadahnya oleh Allah SWT, dan untuk korban luka-luka, segera sembuh dan bangkit dari trauma seperti ini,” kata Wahyu, sesaat setelah doa bersama selesai dilaksanakan.

Tak hanya melaksanakan sholat dan doa bersama saja, Rutan Bangil juga menggalang dana untuk masyarakat Sulawesi Tengah. Bukan hanya dari petugas saja, akan tetapi para warga binaan juga ikut andil memberikan sebagian uangnya demi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Meski gak banyak, tapi saya ikhlas mas. Semoga bisa membantu saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah yang saat ini butuh banyak bantuan,” ungkap Yashadi, salah satu warga binaan.

Dari hasil penggalangan dana, terkumpul uang sebesar Rp 2.700.000, di mana Rutan Bangil akan menyerahkan uang tersebut untuk masyarakat Tengah. Kata Wahyu, rencananya uang tersebut akan ditambah oleh petugas Rutan Bangil yang lain, sehingga jumlahnya akan semakin banyak.

“Karena hari ini adalah hari minggu, maka ada beberapa petugas yang memang sedang libur. Jadi besok senin ketika masuk kerja, kita mintai keikhlasan untuk memberikan sebagian rezekinya buat korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Minggu depan akan kita kirim langsung,” tegasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...

Article Image
Resmikan Rizqy Sport Center. Mas Rusdi Acungi Jempol Masyarakat Bantu Pemerintah Majukan Perolahragaan di Daerah

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meresmikan Rizqy Sport Center, Sabtu (4/4/2026).Pe...

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...

Article Image
Keberhasilan Pemkab Pasuruan Terapkan Manajemen Talenta Pertama di Jatim, Ditiru dan Diikuti Banyak Daerah

Langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan metode manajemen talenta dalam...

Article Image
Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih

Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan c...