Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih

Gambar berita
02 April 2026 (16:33)
Pemerintahan
570x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan camat, kepala desa (Kades) dan kepala dusun (Kasun) di tiga wilayah kecamatan rawan kekeringan, Kamis (2/4/2026).

Mereka dikumpulkan di Kantor Kecamatan Lumbang untuk berdiskusi seputar langkah antisipatif dalam menghadapi potensi bencana kekeringan serta memastikan seluruh warga tak kesulitan dalam mendapatkan pasokan air bersih.

Pantauan di lokasi, Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini hadir dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vella Fery; kemudian Kepala Bapperida; Kalaksa BPBD, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.

Menurut Mas Rusdi, Pemerintah Daerah wajib hadir untuk memastikan seluruh masyarakat di tiga kecamatan rawan kekeringan, tetap dapat menikmati air bersih meski wilayahnya sedang dilanda kekeringan. Ketiga wilayah yang dimaksud yakni Kecamatan Lumbang, Winongan dan Pasrepan. 

"Seluruh warga jangan sampai kesulitan air. Meski sekarang masih belum masuk musim kemarau, tapi sudah harus siap-siap,"katanya. 

Di hadapan seluruh undangan, Mas Rusdi menegaskan bahwa pemerintah memiliki strategi jangka pendek sampai jangka panjang dalam penanganan kekeringan. 

Untuk jangka pendek adalah distribusi air bersih rutin ke 13 desa rawan kekeringan, setiap hari. Sedangkan jangka panjang adalah pembangunan semacam tandon permanen yang bisa menampung air bersih saat musim kemarau serta mencari sumber-sumber air terdekat yang potensial untuk dimanfaatkan.

"Kalau jangka pendek sudah pasti dropping air bersih. Kalau jangka panjang lebih pada pencarian sumber-sumber air terdekat, dicari permasalahannya apa, dan sekaligus dibangun tandon besar permanen yang bisa difungsikan ketika kekeringan," terangnya. 

Dengan diskusi tersebut, Mas Rusdi berharap kerja sama semua pihak untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana kekeringan saat musim kemarau tiba.

"Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Butuh sinergitas dan kolaborasi semua pihak, salah satunya dalam hal penanganan bencana," harapnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menjelaskan, ketiga belas desa rawan kekeringan terdiri dari 5 desa di Kecamatan Lumbang, yakni Pancur, Banjarimbo, Karangjati, Watulumbung, Bulukandang. Kemudian 6 desa di Kecamatan Pasrepan, yaitu Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon dan Petung; serta 1 desa di wilayah Kecamatan Winongan, yakni Kedungrejo.

"Kalau jumlah penduduk di 13 desa rawan kekeringan mencapai 17 ribu lebih, tapi kalau KK nya sekitar 6 ribuan rumah," jelasnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Satu Rumah Warga di Wonorejo Roboh Dihantam Angin Kencang. BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Salah satu rumah warga di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pa...

Article Image
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Desa Wonosari, Tutur

Kecamatan Tutur dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang ka...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bentuk Tim Fasilitasi TJSL BU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bapperida menggelar Sosialisasi Tahap Il P...

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...

Article Image
Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Gigi. BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Luncurkan Buku "Medi Si Gigi Putih"

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 di Kabu...