Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Paprika Tutur, Sayur Eksotis Berkualitas

Gambar berita
07 Juni 2017 (14:04)
Ekonomi
5152x Dilihat
0 Komentar
admin

Sampai saat ini, potensi Paprika di Kabupaten Pasuruan luar biasa. Dari luas tanaman Paprika yang dibudidayakan di Kecamatan Tutur sampai akhir tahun 2016 yang mencapai 56 hektar, produksi yang dihasilkan 1.469 ton/ tahun, dimana  produktivitas per hektar mencapai lebih dari 233 kwintal dengan masa panen mencapai puncak pada bulan Oktober-Desember. Maka tidaklah mengherankan jika Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai daerah sentra penghasil utama Paprika di Jawa Timur.  

Lebih dari 300.000 tanaman Paprika tumbuh dan berkembang di beberapa desa di Kecamatan Tutur yang secara geografis dengan ketinggian 900 mdpl di lereng gunung Bromo tersebut sangat memungkinkan digunakan sebagai sentra budidaya. Sedikitnya 151.000 tanaman Paprika tersebar di 55 green house yang telah dibudidayakan sejak 12 tahun lalu, paling banyak ditanam di Desa Tlogosari. Seperti lahan seluas 3 hektar yang dikelola Sucianto, satu diantara petani Paprika sukses dari Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur.    

“Saya mulai menanam Paprika mulai tahun 2001 mulai jenis Mancilia, Maramilo, Sporkagus, Samson dan Edition. Panen dilakukan setiap hari dengan hasil produksi sekitar 300-400 kg untuk kemudian kami kirim ke Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, Jakarta, Semarang, Bandung bahkan sampai ke Singapura”, urainya dengan penuh semangat.   

“Kalau dihitung secara global, per minggunya saya habis sekitar 4 juta untuk beli obat tanaman. Belum beli pupuknya. Dalam 1 sak pupuk harganya 800 ribu yang hanya untuk 2 hari. Paprika itu jangan coba-coba akan berhasil kalau jauh dari pemiliknya. Justru orang-orang yang gagal menanam Paprika itu orang yang hanya mengandalkan karyawan saja. Karena perawatannya kan ekstra, selain harus menyiram rutin juga mengawasi tanaman, jangan sampai tanamannya stress. Paprika itu kan peka, kalau ada orang masuk kena virus, dampaknya ke daun, bisa rusak, akhirnya tidak bisa berbunga dan berbuah”, jelasnya.

 

<p justify;"="" style="text-align: justify;">Sucianto bercerita, di masa panen yang membutuhkan masa tanam sekitar 3 bulan, setiap harinya ia dapat menjualnya dengan harga bersaing. Masing-masing, Paprika hijau 23 ribu dan Paprika merah 35 ribu. Sedangkan khusus Paprika kuning, harganya jauh lebih mahal yakni 40 ribu per kilonya. Ia berharap, Paprika asal Kabupaten Pasuruan mampu merajai pasaran tanaman hortikultura di skala nasional, bahkan dikenal di mancanegara. (Eka Maria)  


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan IHCBA 2025

Awal tahun 2026, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meraih penghargaan dalam ajang In...

Article Image
Berangkatkan Ribuan Peserta Jalan Sehat Kerukunan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Wabup Gus Shobih Gelorakan Hidup Sehat Dengan Berolahraga

Jalan Sehat Kerukunan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB...

Article Image
Petani Pisang Cavendis Gondangwetan Banjir Order Program MBG

Pengusaha pisang cavendis dari Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten...

Article Image
Produksi Krisan di Kecamatan Tutur Tetap Stabil Penuhi Pasar Nasional

Di dunia ini, yang namanya bunga sangat beragam.&nbsp;Tapi tahukah anda, ada sat...

Article Image
Pemkab Pasuruan Kumpulkan Puluhan Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Per...