Lulusan Pondok Pesantren tidak semuanya akan menjadi ustadz atau kiai. Sebaliknya, seleksi alam akan membawa santri masuk ke dalam berbagai profesi yang berbeda, salah satu di antaranya di bidang militer.
Inilah yang disampaikan Komandan Lanud TNI AU Muljono di Surabaya, Kolonel Penerbang Wisnu Aji Prabowo saat menghadiri Doa bersama dan Anjangsana bersama Tokoh Agama (Ulama), Tokoh Masyarakat dalam rangka Peringatan HUT Ke - 81, di kediaman Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan, H.Achmad Mawardi, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, santri sangat berpotensi berkarir di dunia militer, sebab memiliki ilmu kedisiplinan yang tinggi, akhlak yang baik, serta nilai religius yang kuat.
"Semua bisa jadi tentara, termasuk para santri Pasuruan," katanya.
Dijelaskan Wisnu, pembiasaan hidup disiplin, patuh pada pimpinan (kiyai), dan mental spiritual yang stabil membuat santri dinilai tidak sulit beradaptasi dengan pembinaan mental di militer. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa negara sangat terbuka kepada para santri yang ingin menjadi bagian dari tentara nasional Indonesia alias TNI dengan syarat yang telah ditentukan.
"Semua punya kesempatan yang sama. Yang paling penting sesuai kualifikasi dan setiap tahapan ujiannya lulus sampai terakhir," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori mempersilahkan para santri dari seluruh pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan apabila ingin mengikuti seleksi penerimaan calon TNI. Baik Akmil, bintara maupun tamtama.
"Kebetulan ini tadi silaturrahmi yang kedua, dan yang pertama kemarin sempat teman-teman TNI AU mensosialisasikan bagaimana caranya santri bisa jadi TNI. Monggoh, ini berita bagus, karena santri itu bekalnya nya satu, disiplin dan doa yang kuat," ucapnya.
Diketahui, acara doa bersama dan anjangsana juga dihadiri Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda beserta para pengurus MUI lainnya. (emil)
Komentar