Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kekeringan, Pemkab Pasuruan Dropping Air Bersih ke Desa Terdampak, 3X Sehari

Gambar berita
05 September 2018 (12:33)
Pelayanan Publik
3564x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperbanyak volume kegiatan dropping air bersih ke 20 Desa di 5 kecamatan yang ditetapkan sebagai daerah rawan kekeringan.

Bakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, apabila sebelumnya hanya dua kali pengiriman dalam sehari, akan tetapi dropping air bersih kini dilakukan selama tiga kali dalam satu hari dengan menggunakan armada tangki air dari BPBD, PDAM, Dinas Sosial, Cipta Karya dan Palang Merah Indonesia (PMI). Hal itu disebabkan meluasnya area kekeringan yang sebelumnya hanya di 19 desa menjadi 20 desa.

“Sekarang ada Desa Wonosunyo, tepatnya di Dusun Belahan, Kecamatan Gempol yang juga mengalami kekeringan, sehingga butuh pengiriman air bersih,” kata Bakti di sela-sela kesibukannya, Rabu (05/09/2018).

Khusus untuk Dusun Belahan, Bakti menjelaskan sekitar ada 200-300 KK terdampak kekeringan. Bukan tidak ada air di tempat tersebut, melainkan susahnya menyedot air dengan pipa yang mengalami disfungsi, serta sebagai dampak dari penambangan yang semakin meningkat.

“Sebenarnya airnya banyak, Cuma karena pompa diesel tidak bisa menarik air, sehingga untuk sementara kita kirim air sampai benar-benar sudah mandiri, kebetulan juga daerah itu banyak aktifitas penambangan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, selain Desa Wonosunyo, ada 19 desa lain yang terdampak kekeringan, diantaranya Desa Cukur Guling, Karangjati, Karangasem, Watulumbung dan Desa Lumbang di Kecamatan Lumbang. Berikutnya Desa Balunganyar, Pasinan, Semedusari, dan Wates, Kecamatan Lekok, kemudian Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Desa Sibon, Petung, Klakah, Tambakrejo, Mangguan dan Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, serta Desa Bulusari, Kecamatan Gempol. Kata Bakti, kedua puluh desa tersebut masuk dalam kategori kering kritis, dimana masyarakat sudah tidak bisa mencari atau menemukan sumber dan air bersih melebihi jarak 3 KM dari tempat tinggalnya.

“Pemkab Pasuruan juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk distribusi air bersih ke semua desa terdampak kekeringan,” pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Nurita Iza Rosdiany. Pembatik dari Desa Cangkringmalang Jadikan Daun Lontar Motif Batik Mewah dan Berkelas

Di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pohon Lontar alias siwalan banyak...

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...