Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Pasuruan punya cara tersendiri untuk memeriahkan Hari Kartini tahun 2026.
Seperti yang terlihat di Aula RSUD Bangil, Senin (20/4/2026), ratusan perempuan di Kabupaten Pasuruan berlenggak lenggok layaknya model profesional dengan mengenakan kebaya sebagai simbol Kartini.
Mereka diminta untuk berparade sembari memamerkan kebaya yang dipakainya. Bahkan, Ketua PERWOSI Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi sutejo pun juga ikut berjalan di atas karpet merah, meski hanya sebentar.
Tak selesai sampai di situ, para perempuan tersebut juga diajak melakukan line dance yang menggabungkan tari dan koreografi dengan tetap mengenakan kebaya. Beberapa penampil terbaik akan mendapatkan hadiah dari panitia.
Menurut Merita, dengan berkebaya, para perempuan masih bisa tetap menggerakkan badan untuk senam atau melakukan gerakan yang simpel tapi tetap memunculkan semangat kartini yang sebenarnya.
"Kartini jaman sekarang harus tangguh. Meski berkebaya, kita masih bisa beraktifitas atau melakukan kegiatan yang menggerakkan badan. Seperti line dance tadi atau fashion show," katanya.
Dengan Momentum Hari Kartini ini, diharapkan menjadi penguatan komitmen bersama untuk memastikan kesehatan, pendidikan, dan martabat perempuan terlindungi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
"Perempuan sekarang harus pinter-pinter jaga kesehatan, berpendidikan dan bermartabat," ucapnya.
Di akhir acara, sebagian dari peserta diarahkan untuk ikut berkontribusi pada urusan kemanusiaan, salah satunya melalui donor darah. Dari pantauan di lokasi, tak kurang dari 100 perempuan sangat antusias menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan.
"Senang sekali bisa donor darah karena emang rutin setiap 3 bulan sekali, dan saya sudah 2 tahun melakukannya," ungkap Vivi, salah satu staf Pemkab Pasuruan. (emil)
Komentar