Jaringan Kota Kreatif Indonesia atau Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ICCN Jawa Timur I di Ruang Penataran, Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Sabtu (17/10/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Ketua Harian ICCN, jajaran Kepala Dinas Pemprov Jatim, serta para pimpinan daerah dan perwakilan jejaring komunitas kreatif se-Jawa Timur.
Turut hadir pula Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo serta ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo.
Ketua Harian ICCN, Vicky Arief menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di Jawa Timur. Saat ini, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebanyak 34 daerah telah terhubung dalam jejaring komunitas kreatif ICCN, dan 29 daerah resmi menjadi jejaring aktif.
"Pertumbuhan jejaring komunitas kreatif di Jawa Timur menunjukkan semangat luar biasa. Kolaborasi ini menjadi pondasi penting untuk memastikan potensi lokal di setiap kabupaten/kota dapat naik kelas dan terhubung dalam ekosistem nasional maupun global," ujar Vicky Arief dalam sambutannya.
Vicky menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media) untuk memajukan sektor ekonomi kreatif guna mengatasi berbagai tantangan ekonomi, seperti angka pengangguran dan kemiskinan. Dalam kesempatan tersebut, apresiasi khusus diberikan kepada Bupati Blitar dan Bupati Pasuruan yang telah menunjukkan komitmen nyata dengan membentuk serta melantik Komite Ekonomi Kreatif di daerahnya masing-masing.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong penguatan ekosistem regional, seperti halnya potensi jaringan kolaborasi "Blitar Raya" yang dapat mengikuti jejak keberhasilan "Senyawa Malang Raya".
Lebih lanjut, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari sebagai KEK Ekonomi Kreatif, Teknologi, dan Pendidikan pertama di Indonesia—yang kini menghadirkan kampus berskala internasional King's College London—diharapkan dapat menjadi agregator utama inovasi serta pencetak talenta kreatif unggulan di Jawa Timur.
Sinergi ini turut memperkuat capaian internasional Jawa Timur yang telah berhasil mencatatkan prestasi dunia melalui terpilihnya Kota Malang (Media Arts) dan Kabupaten Ponorogo (Crafts and Folk Art) ke dalam jajaran UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada 2025, serta Kota Batu yang kini masuk empat besar calon wakil Indonesia untuk kategori Gastronomy di tingkat UNESCO.
Rakorda ini juga tidak hanya menjadi wadah konsolidasi, melainkan juga wadah untuk merumuskan "Suara Ekraf Jawa Timur". Hasil kompilasi pemikiran dari seluruh kabupaten/kota di Jatim ini akan disatukan dengan 37 provinsi lainnya dan diserahkan secara resmi kepada Menteri Ekonomi Kreatif pada perhelatan World Conference on Creative Economy (WCCE) dan Rakornas ICCN di Jakarta mendatang.
Sebagai bentuk penguatan sinergi antara komunitas dan pemangku kebijakan, ICCN secara resmi mengagendakan pengangkatan Wakil Gubernur Jawa Timur sebagai Dewan Pembina ICCN Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pengembangan desentralisasi ekonomi kreatif hingga ke tingkat desa melalui program desa kreatif.
"Penguatan ekosistem dan kompetensi sumber daya manusia adalah kunci utama agar potensi ekonomi kreatif tidak hanya menjadi wacana, melainkan mampu membuka lapangan kerja baru serta menjaga keberlanjutan komunitas kreatif di seluruh daerah Jawa Timur," tegas Emil Dardak.
Melalui Rakorda ini, Jawa Timur kian mempertegas posisinya sebagai salah satu provinsi prioritas dan percontohan nasional (Creative Province) dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. (iguh)
Komentar