Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Hingga Hari Kedua, Ribuan Peserta Ujian Seleksi PPPK Guru di Kabupaten Pasuruan Dinyatakan Negatif Swab Antigen

Gambar berita
14 September 2021 (11:20)
Kepegawaian
3113x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga hari kedua pelaksanaan ujian seleksi tahap pertama PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) guru tahun 2021, Pemkab Pasuruan memastikan ribuan peserta dinyatakan negatif swab antigen.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah mengatakan, ujian seleksi PPPK guru dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut, yakni 13-16 September 2021 dengan total peserta sebanyak 3172 orang.

Sebelum mengikuti tes, semua peserta harus dalam keadaan sehat dan bebas dari Covid-19 yang dibuktikan dengan surat keterangan swab antigen dengan hasil negatif.

Pelaksanaan swab itu sendiri dilakukan pada H-1 ujian, tepatnya di seluruh puskesmas se-Kabupaten Pasuruan. Dan dari koordinasi 33 puskesmas, hingga dua hari pelaksanaan swab antigen, sebanyak 1586 peserta dinyatakan negatif sehingga dapat mengikuti ujian.

"Kita bersyukur karena semua peserta yang ikut seleksi PPPK guru di hari pertama dan kedua dinyatakan negatif swab antigen, sehingga secara otomatis mereka berhak ujian. Tinggal pelaksanaan hari ini dan besok, mudah-mudahan sama dengan dua hari ini," kata Ani, di sela-sela kesibukannya, Selasa (14/09/2021) siang.

Ribuan peserta ujian yang semuanya dinyatakan negatif swab antigen tak lepas dari dua faktor. Kata Ani, para peserta betul-betul berkomitmen untuk menjaga kesehatan supaya tidak tertular virus corona. Yakni dengan menjaga pola makan, istirahat dan berolahraga.

Selain itu, lantaran seleksinya menyangkut profesi guru, ia memastikan rata-rata peserta ujian PPPK guru ini sudah mengikuti vaksinasi dua kali.

"Karena kalau sudah divaksin, maka kekebalan tubuhnya bisa tercipta. Jadi gak gampang terpapar virus corona. Selain itu, mereka juga tak ingin tesnya tertunda sehingga sangat menjaga tubuhnya supaya tidak terpapar, karena ini kesempatan yang sangat mahal supaya jadi tenaga PPPK," tegasnya.

Lebih lanjut Ani menegaskan bahwa surat keterangan negatif swab antigen adalah asli. Apabila ada puskesmas yang berani memalsukan, maka hal tersebut adalah perbuatan melanggar hukum serta membahayakan kesehatan orang lain. Sebab apabila ternyata salah satu peserta dalam kondisi terpapar, maka secara langsung telah membiarkan orang positif Covid-19 berkeliaran di mana-mana.

"Kita pesan kepada semua puskesmas untuk tidak membuat ajang kayak begitu karena kriminal pemalsuan, bisa kena pasal. Kalau dilakukan, maka sama saja dengan membiarkan orang positif Covid-19 berkeliaran di mana-mana, sehingga berpotensi terjadi penularan," tutupnya. (emil)

 

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Launching Jersey Baru. Mas Rusdi : Persekabpas Harus Bangkit, Naik Kasta dan Berjaya

Para supporter The Lassak alias Persekabpas harus siap-siap untuk mendukung 100...

Article Image
Ini Pesan Mas Bupati Rusdi Untuk Jamaah Calon Haji Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan,  Rusdi sutejo menghimbau seluruh jamaah untuk  senant...

Article Image
Ribuan Warga Kabupaten Pasuruan Berangkat Haji

Ribuan warga Kabupaten Pasuruan, berangkat haji, Rabu (22/4/2026).Dari catatan K...

Article Image
Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono Apresiasi Satu Gudep Satu RTLH

Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda...

Article Image
Peringati Hari Kartini, Merita Rusdi Sutejo Tegaskan Komitmen PKK Perkuat Penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Pasuruan

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan punya cara tersendiri dalam memperingati Ha...