Di era
disrupsi yang penuh ketidakpastian, semua orang harus pandai ciptakan peluang
dan berkolaborasi. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan produktivitas dan
daya saing, mewujudkan kemajuan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan oleh Mas Bupati
Rusdi, sapaan familiar Bupati Pasuruan pada saat menghadiri Miald Aisyiyah
ke-108.
Dalam
agenda yang diselenggarakan di Auditorium Mpu Sindok, Gedung Kantor Bupati
Pasuruan, Kepala Daerah menyebutkan, Aisyiyah memiliki program yang sesuai
dengan kebutuhan dan tantangan saat ini. Hal itu dapat disinergikan dengan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Baik yang berkaitan dengan program ketahanan
pangan maupun bagaimana menghadapi tantangan untuk dirubah menjadi peluang.
"Aisyiyah
ini punya program yang bagus dan tantangan kita sangat banyak. Eranya peluang
atau ancaman bagi kita semua. Dibalik ancaman itu pasti ada peluang. Tinggal
bagaimana kita memanajemen itu," pintanya.
Ditambahkannya,
ada banyak hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi persaingan ekonomi global.
Pastinya, kata Mas Bupati Rusdi, saat ini merupakan era untuk berkolaborasi dan
bekerjasama. Hal itu dikarenakan akan sulit apabila setiap individu hanya
bekerja sendiri.
Oleh
karenanya, Kepala Daerah menyatakan rasa optimisnya dengan program-program yang
telah disiapkan oleh Aisyiyah Kabupaten Pasuruan. Bahwa tidak menutup
kemungkinan ke depannya Aisyiyah akan memiliki Balai Latihan Kerja sendiri.
Nantinya dapat disinergikan dengan Pemerintah Daerah.
"Eranya
saat ini kita tidak bisa sendiri, tetapi harus ada kolaborasi dan kerjasama.
Aisyiyah-pun juga bisa punya Balai Latihan Kerja dan bisa disinergikan dengan
kita. Nanti kita sinergikan langsung dengan dinas terkait," jelasnya.
Tidak
lupa, Bupati Rusdi turut mengucapkan selamat atas Milad Aisyiyah yang ke-108.
Sekaligus menyampaikan ucapan terimakasihnya atas dedikasi dan kontribusi
Aisyiyah dalam mendukung program-program pembangunan daerah dengan turut
memajukan Kabupaten Pasuruan.
“Selamat
Milad ke-108 untuk Aisyiyah. Dengan tema peringatan tahun ini, Memperkokoh
Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Tayibah. Terus berkontribusi dalam
pembangunan, wujudkan Kabupaten Pasuruan Mandiri dan Sejahtera,"
pungkasnya pada hari Minggu (1/6/2026).
Masih
di momen yang sama, Mas Bupati Rusdi menyerahkan secara simbolis bibit Cabai
kepada lima perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PAC). Masing-masing diberikan
kepada PAC Lekok, Prigen, Purwosari, Kraton, Bangil. Nantinya, bibit Cabai akan
ditanam di setiap wilayah PAC sebagai implementasi sekaligus bentuk dukungan
terhadap program Ketahanan Pangan.
Sementara
itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pasuruan, Achmad
Samsoni menambahkan, diantara fokus kegiatan Aisyiyah adalah keberadaan Desa Qaryah Thayibah yang dipusatkan di
Aisyiyah Training Center (ATC) di Desa Kertosari dan Martopuro, Kecamatan Purwo
sari. Pembagian bibit tanaman tersebut diharapkan mampu dikembangkan.
Harapannya, hasil panennya nanti dapat dirasakan masyarakatsekitar.
Diketahui,
Desa Qaryah Thayibah memiliki banyak
peranan penting bagi perempuan. Mulai dari memfasilitasi pelaksanaan
pembelajaran bagi warga yang putus sekolah, pelatihan menjahit dan pelatihan
membatik. Hingga memberikan edukasi melalui sosialisasi pemahaman usia
pernikahan bagi perempuan. (Iguh+Eka Maria)
Komentar