Siapa sangka, mangga klonal 21 atau yang populer kita sebut dengan Mangga Putar Pasuruan berhasil meraih Juara II Manggo Contest 2026 yang dilaksanakan di Kota Probolinggo, akhir bulan oktober lalu.
Melalui Petani Mangga asal Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo atas nama Abdul Rohim serta Rois, petani mangga dari Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan meraih Juara II dalam national manggo contest tahun 2026.
Saat ditemui di kebun mangga miliknya, Kamis (5/11/2026) pagi, Rohim menunjukkan mangga putar pasuruan yang membuat para dewan juri terkesima dengan ikon buah khas Kabupaten Pasuruan ini.
Menurutnya, mangga putar pasuruan memiliki tekstur daging buah yang lembut sehingga ketika dimakan, selain mengenyangkan juga membuat ketagihan. Selain itu, semua mangga miliknya tidak ada yang dikarbit, melainkan langsung matang/masak dari pohon.
"Semua mangga yang kami bawa masak pohon. Tidak ada yang dikarbit, jadi rasanya manis, segar dan lembut ketika dimakan," ungkapnya.
Saat kontes mangga nasional berlangsung, Rohim dan Rois membawa 1100 kg alias 1,1 ton mangga klonal 21. Hanya dua hari, seluruh mangga tersebut habis terjual dengan harga Rp 20 ribu-Rp 25 ribu per satu kilogram.
Bahkan selama kontes dan pameran diadakan, ia selalu menyediakan mangga yang bisa dicicipin oleh para pengunjung sebagai bukti bahwa mangga-mangga yang dibawa langsung dipetik dari pohon.
"Kami display mangga yang bisa dicicipin siapa saja yang datang ke booth kami, dan itu bisa menjadi daya tarik agar banyak yang datang dan membeli mangga putar pasuruan," imbuhnya.
Selama 20 tahun lebih, Rohim setia dengan mangga putar pasuruan. Saat ditanya jumlah pohon yang dimiliki, ia menuturkan ada sekitar 400 pohon yang ditanam di kebun miliknya sendiri maupun kebun sewa.
Soal panen, dalam dua hari sekali ia bisa memanen 500 kg mangga dari dua titik.
"Total ada 10 titik yang tengah berbuah semuanya, dan kami memanennya dua hari sekali dari dua titik, dan itu bergantian," ucapnya.
Kini, mangga-mangga miliknya punya pangsa pasar tersendiri. Mulai dari Jember, Surabaya hingga Jakarta, Sumatera dan Papua.
"Dibantu 4 orang untuk petik mangga dan keluarga untuk packing mangga, alhamdulillah apa yang kami harapkan bisa tercapai, karena musimnya lagi bagus dan cuaca juga sangat mendukung," tutupnya (emil)
Komentar