Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Grebek Sungai, Bupati Irsyad Babat Habis Enceng Gondok di Sungai Legok

Gambar berita
01 Oktober 2018 (09:59)
Lingkungan
3053x Dilihat
0 Komentar
admin

Sejak dirintis tahun 2015 lalu, program Grebek Sampah Sungai yang digagas Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, terus dilanjutkan.

Seperti yang terlihat pada Minggu (30/09/2018) pagi, di mana Bupati Irsyad bersama dengan ratusan warga turun ke Anak Sungai Wrati di Kebonsari, Desa Legok, Kecamatan Gempol.

Dengan membawa sebilah sabit dan karung sampah, Irsyad langsung membabati satu per satu enceng gondok yang tumbuh liar di sekitar sungai tersebut. Pasalnya, banyaknya enceng gondok tersebut, menutupi sungai dan menghambat aliran sungai.

“Kita juga khawatir, kondisi ini berlangsung hingga penghujan. Dampaknya bisa beresiko banjir. Mengingat, air yang tak bisa mengalir dengan lancar, bisa meluber ke perkampungan. Maka dari itu saya mengajak semua warga untuk bahu-membahu membersihkan sungai dari enceng gondok ini,” kata Irsyad di sela-sela kegiatan.

Melalui program Grebek Sampah Sungai, Bupati Irsyad mengajak seluruh masyarakat se-Kabupaten Pasuruan untuk membebaskan sungai dari sampah, secara bergotong royong dan terencanakan.

"Sungai akan menjadi bersih dan berdaya guna, kalau keberadaannya betul- betul dijaga, bukan malah mengotorinya," imbuhnya.

Sampai sejauh ini, sungai-sungai di Kabupaten Pasuruan masih memerlukan perawatan, dalam artian masih ditemukan sampah yang menumpuk dan menyisakan bau yang menusuk hidung. Dijelaskan Irsyad, faktor yang menyebabkan masih banyaknya sampah di sungai, salah satunya karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sungai dari sampah.

"Kita tidak serta merta menyalahkan masyarakat begitu saja, karena hal ini sudah terjadi. Yang paling penting adalah mulai sekarang kita satukan tekad untuk tak lagi mencemari sungai dengan buang sampah sembarangan. Sungai akan banyak ikannya, kalau kualitas air juga bagus, serta ada banyak tanaman-tanaman di sekitarnya," tegas dia.

 

Oleh karenanya, dengan gerakan grebek sampah sungai, Irsyad percaya bahwa  akan banyak masyarakat yang menjadikan gerakan tersebut sebagai sebuah budaya yang tak akan surut sampai kapanpun.

"Awalnya memang harus dipaksa, nah kalau sudah dipaksa maka akan terbiasa, dan kalau sudah terbiasa jelas apapun akan dilakukan dengan ikhlas dan tanpa ada paksaan apapun. Mari kita perdulikan sungai di sekitar kita," ucapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Posko THR Keagamaan Disnaker Kabupaten Pasuruan Mulai Kedatangan Banyak Pekerja

Hingga H-9 Lebaran, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang didirikan oleh Dinas Ke...

Article Image
Pimpin Upacara Penutupan TMMD ke 127. Pangdam V Brawijaya : Terima Kasih Pemkab Pasuruan dan Seluruh Prajurit

TNI Manunggal Membangun Desa ke 127 di Kabupaten Pasuruan tahun 2026, dinyatakan...

Article Image
Mensos Gus Ipul Siap Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim jadi Anggota KDMP

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menyatakan siap mendorong 5 juta Keluarga Pen...

Article Image
Program Stimulus 1% Pembayaran PBB P2 di Kabupaten Pasuruan, Direspon Positif Wajib Pajak

Pemkab Pasuruan memberikan insentif fiskal atau stimulus potongan 1% kepada waji...

Article Image
Kitiran Sewu. Cara Warga Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur Saat Musim Angin

Indonesia kaya akan beragam budaya dan adat istiadat yang turun temurun. Sebuah...