Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Gambar berita
26 Januari 2026 (18:53)
Ekonomi
393x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semakin baik. 

Soal bisnis apa, banyak yang memulainya karena suka.

Di Kecamatan Pandaan, khususnya di Desa Sumbergedang, ada sebuah rumah yang disulap menjadi tempat produksi boneka. Di sini, puluhan item boneka dibuat, mulai dari ukuran paling kecil hingga setinggi orang dewasa

Dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas, terciptalah boneka-boneka yang tidak hanya membikin gemas, tapi bisa jadi koleksi yang akan terus ada sampai waktu yang lama

Wijayanti Khusnia, salah seorang Pengusaha boneka mengaku sudah memulai bisnisnya sejak 10 tahun lalu. Berawal dari cintanya sang ibu akan boneka, yang kemudian diwujudkan dengan membuat boneka.

“Karena dari dulu suka dengan boneka, apalagi ibu saya. Akhirnya memberanikan diri untuk membuat boneka sendiri dan niatan dijual,” kata Khusnia di sela-sela kesibukannya, Minggu (25/1/2026).

Tak semudah seperti sekarang, bisnis boneka yang digeluti Khusnia tak langsung mulus jalannya. Terlebih ketika Pandemi Covid-19, usahanya mengalami drop finance.

“Pas Pandemi itu yang bikin usaha langsung drop, karena gak bisa ngirim boneka ke mana-mana,” imbuhnya. 

Saat ini, boneka yang diproduksi Khusnia mencapai lebih dari 30 item. Mulai dari ukuran paling kecil ukuran S sampai ukuran Giant setinggi 1,5 meter.

Dari seluruh item tersebut, jenis boneka yang paling banyak dicari konsumen adalah jenis bear atau berbentuk beruang. Sedangkan lainnya tergantung dari pemesanan yang sedang viral.

“Kalau lagi viral, contohnya Boba, Labubu ya pesannya banyak tapi kala-kala. Tapi kalau viralnya hilang ya gak laku. Nah kalau bear dan kucing, laku terus,” terangnya.

Soal harga, boneka-boneka koleksinya dibandrol mulai harga termurah  10 ribu sampai termahal 350 ribu. Penjualannya pun meladeni pasar lokal sampai ke berbagai wilayah di Jawa Timur. 

“Kita kirim mulai dari Pasuruan sampai terjauh di Banyuwangi,” ucapnya. 

Yang jelas, bagi Khusnia, boneka bukan sekedar mainan belaka, tapi menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. 

“Pilihan usaha yang produk-produknya beragam dan mengikuti zaman. Boneka ini sifatnya timeless, mau kapanpun tetap ada,” tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...

Article Image
Audiensi dengan PIP Kemenkeu, Mas Rusdi Buka Peluang Kerja Sama Potensi Pembiayaan Strategis Daerah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerint...

Article Image
Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini Pesan Kapolres Pasuruan

Polres Pasuruan melaksanakan Apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketu...

Article Image
Posko THR Keagamaan Disnaker Kabupaten Pasuruan Mulai Kedatangan Banyak Pekerja

Hingga H-9 Lebaran, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang didirikan oleh Dinas Ke...