Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Gambar berita
13 Maret 2026 (13:07)
Ekonomi
890x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan ketiban rejeki melimpah.

Pasalnya, pesanan pembuatan kue satru khas Rejoso terus mengalir mulai awal ramadhan sampai menjelang lebaran mendatang. 

Tak salah, orang menyebut Desa Rejoso Lor, khususnya Dusun Kedung Bendo sebagai Kampung Kue Satru. Sebab hampir setiap rumah selalu disibukkan dengan aktifitas membuat kue satru saat bulan ramadhan tiba. Khususnya saat mencetak kue ini, menjemur sampai memasukkan ke ruang oven dan mempackingnya

Salah satu pengrajin kue satru, Mamluatul Rohmah mengaku sudah 10 tahun bergelut dengan usaha pembuatan kue satru. 

Dalam hanya satu bulan saja, ia bisa menghabiskan 500 kg alias 5 kwintal kue satru yang siap dikirim ke para pelanggan ataupun masyarakat yang ingin membeli kue satru khas Rejoso

"Alhamdulillah pokoknya, setiap ramadhan selalu dapat order kue satru yang lumayan banyak," singkatnya. 

Untuk membuat kue satru, semua tahapan harus dilakukan dengan sempurna. Termasuk pemilihan kacang hijau kupas yang kemudian disangrai, dicuci sampai bersih, diselep sampai menjadi tepung, dicetak, dijemur sampai dioven dan diakhiri dengan packing. 

Kata Rohmah, kue satru buatannya banyak yang suka karena rasanya yang enak, manis dan gurih. 

"Jadi nggak terlalu manis atau terlalu gurih. Bahkan ada yang pesan tanpa gula atau memakai gula tropicana, ya kami buatkan sesuai order," imbuhnya. 

Sementara itu, Camat Rejoso, Arfian Fakhrudin mengiyakan bahwa hampir setiap rumah ketika menjelang hari raya selalu kebanjiran order membuat kue satru maupun kue lain yang menjadi khas lebaran, seperti sagon, ting-ting kacang, ting-ting jahe sampai opak gambir.

"Nggak hanya satru, tapi ada juga sagon, ting-ting kacang atau jahe dan opak gambir," pungkasnya. 

Ke depan, Arfian optimis, satru dan kue khas lebaran yang banyak diproduksi di Rejoso bukan hanya menjadi andalan UMKM lokal, tapi oleh-oleh khas Kecamatan Rejoso saat ada tamu dari luar daerah.

"Sudah pasti jadi oleh-oleh khas Rejoso yang harus dibeli ketika mampir ke sini," tutupnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan bersama TNI, POLRI, BPBD Jatim dan BNBP Terus Bahu Membahu Padamkan Kebakaran di Bromo

Sejak hari ketujuh sampai hari kesepuluh, tepatnya Selasa (11/8/2026), Kebakaran...

Article Image
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Launching Kampung MANDIRI

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo melaunching Kamp...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Klinik Kesehatan di Pondok Pesantren

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui salah satu program prioritas Bupati Pasuru...

Article Image
Puluhan Tahun, Kampung Pia di Kejapanan Gempol Tetap Jadi Sentranya Pia di Pasuruan Raya

Hingga saat ini, bisnis pembuatan kue pia di Kampung Pia Dusun Warurejo, Desa Ke...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan DPRD Sepakati KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 serta Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama DPRD Kabupaten Pasuruan menyepakati Kebija...