Ratusan bonsai unik dan menarik meriahkan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional PPBI (Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Pasuruan yang digelar di Halaman Parkir Lembah Pandawa, Desa Duren Sewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026).
Pameran dan kontes bonsai ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo; Penasehat PPBI, Laksamana Asep Iwan Sumantri; Owner Lembah Pendawa, Suhartono dan undangan lainnya.
Ketua Panitia Kontes dan Bonsai Kabupaten Pasuruan, Riyanto mengatakan, total ada 801 peserta yang mengikuti kontes dan pameran yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut sejak 6-7 september 2026.
Tujuannya tak lain untuk memberikan ruang alias wadah bagi para petani sampai kolektor bonsai, sehingga tercipta economic transactional atau transaksi ekonomi yang berdampak pada bertambahnya pendapatan keduanya.
"Kita pertemukan para petani bonsai dengan pembeli, bisa kolektor atau penjual bonsai. Jadinya ada transaksi yang terjadi," katanya.
Saat ditanya soal harga bonsai dari masing-masing peserta, Riyanto menjelaskan harga jual bonsai bisa mencapai ratusan juta. Hal ini disebabkan proses pembuatan dan pemeliharaan bonsai yang memerlukan waktu yang sangat lama.
Selain itu, tinggi rendahnya nilai jual bonsai juga dipengaruhi berapa kali tanaman bonsai menjuarai berbagai kontes.
"Kontes semacam ini untuk memperoleh sertifikat dan menaikkan kelasnya," pungkasnya
Hal yang sama juga disampaikan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Ditemui usai membuka kontes, Mas Rusdi berharap acara ini akan jadi agenda tahunan dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Jadi daerah sekaligus bulan berkunjung ke Kabupaten Pasuruan.
"Seperti hari ini misalnya. Saya lihat sangat bagus dan mudah-mudahan tahun depan dan depannya lagi bisa kembali dilaksanakan sebagai agenda tahunan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan," tegasnya.
Lebih lanjut Mas Rusdi menyampaikan bahwa adanya kontes dan pameran bonsai juga terbukti dapat menciptakan geliat perekonomian dan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan.
"Yang datang ke tempat wisata semakin banyak, dan secara otomatis ada perputaran uang yang terjadi dalamnya," tutupnya. (emil)
Komentar