Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

AMANKAN SLOT KANAL SIAR DARI KONTEN LUAR, INDUSTRI SIARAN HARUS CIPTAKAN SDM BERKUALITAS

Gambar berita
28 Februari 2017 (14:10)
Pelayanan Publik
6247x Dilihat
0 Komentar
admin

Menciptakan konten siaran bermutu bagi publik, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus mendorong terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) penyiaran. Diantaranya dilakukan dengan terjun langsung ke lembaga penyiaran. Demikian disampaikan Yuliandre Darwis Ketua KPI Pusat di sela presentasi Rapat Kerja Daerah KPID Banten, Senin (27/02/2017).         

Menurutnya, karena besarnya tanggungjawab KPI dan tidak hanya terbatas dengan persoalan teknis saja, dibawah kepemimpinannya, ia terus berupaya menciptakan tatanan penyiaran yang berkualitas disertai perbaikan konten siar. Hal ini juga sebagai bentuk antisipasi dari ketergantungan industri televisi di tanah air terhadap produk konten asing. 

“Menyajikan siaran berkualitas adalah bagian dari tanggungjawab dan tujuan kami untuk menciptakan konten bermutu dan baik bagi publik. Kami tak pernah lelah turun ke lapangan menemui langsung pihak lembaga penyiaran untuk menyatakan maksud baik ini. Peningkatan kualitas konten lokal, bentuk antisipasi dari ketergantungan kita terhadap produk konten asing yang memang lebih baik dari segi kualitas, dibanding konten dalam negeri”, jelas pria berdarah Minang yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat dan Presiden International Conference Media For World Harmony & The 5th Annual Meeting IBRAF ini.  

Ketua KPI Pusat mengatakan, yang harus dilakukan saat ini adalah membangun jati diri industri televisi di tanah air  melalui konten-konten lokal yang berkualitas dengan lebih dahulu membangun SDM bermutu, kreatif dan inovatif. Masuknya konten luar negeri yang mulai menguasai layar kaca televisi saat ini tidak lepas dari rendahnya mutu program lokal, seperti sinetron yang makin diperparah ongkos produksi yang selangit.

“Biaya pembuatan satu episode sinetron kita bisa mencapai angka 400 jutaan. Sedangkan harga satu episode acara sinetron luar tidak lebih dari 100 juta. Dari segi bisnis saja sudah jelas pilihan mana yang lebih menguntungkan. Inilah yang paling kami khawatirkan, ketika ada alih teknologi dari analog ke digital. Karena, jika mutu konten dalam negeri tidak ada peningkatan, hasilnya slot kanal yang disediakan untuk siaran akan dikuasai konten-konten luar yang dari mutu dan harga menang banyak dari kita. Jadi, kita harus bersama-sama mengembangkan konten lokal”, pungkasnya. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...

Article Image
Umat Hindu di Kecamatan Tosari Gelar Upacara Yadnya Karo

Bertepatan pada hari bulan purnama di bulan Karo, Masyarakat adat Suku Tengger k...

Article Image
Harganas ke-33 di Malang, Kabupaten Pasuruan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo...

Article Image
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi Hadiri Puncak HAN ke 42 Jatim di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berlevel...

Article Image
58 Tahun. Produksi Susu Segar di KUTT Suka Makmur Eksis Penuhi Pasar Industri dan Masyarakat

Sejak tahun 1968, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Wilayah Kecam...