Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ada Tradisi Buka Tutup Gerbang Bromo. Ritual Wajib Sebelum Yadnya Kasada

Gambar berita
23 Juni 2024 (01:26)
Wisata Budaya
4260x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Ritual Yadnya atau yang populer dengan sebutan Kasodo memang menjadi sebuah tradisi masyarakat Tengger yang tinggal di kawasan Bromo. Tujuannya pun sangat mulia, yakni menciptakan kerukunan di Suku Tengger.

Namun ada ritual-ritual lainnya yang tak kalah penting untuk diketahui. Salah satunya tradisi Buka Tutup Pintu Gerbang.

Seperti yang dilakukan pada Jumat (21/6/2024) kemarin. Sebelum gerbang dibuka, ada ritual doa digelar di Desa Ngadisari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan yang berjarak 3 Km dari puncak kawah Bromo.

Ritual dipimpin langsung Supoyo selaku kepala dukun adat Suku Tengger. Dalam ritual tersebut pendeta membacakan doa dan mantera tri sandia untuk Sang Hyang Widhi dengan dilengkapi kembang tujuh rupa dan sajian makanan untuk para dewa. Tak luput, asap dupa turut mengiringi doa yang dipanjatkan.

Menurut Supoyo, doa bersama menjadi ritual wajib yang dilakukan sebelum membuka gerbang menuju Bromo. Tujuannya untuk meminta pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Bromo senantiasa dijaga.

“Kita mengajak masyarakat untuk doa bersama sekalian memberikan penjelasan atau sosialisasi terakit dengan kondisi Gunung Bomo sekarang. Apalagi kemarin sempat kebakaran lahan dan hutan,” kata Supoyo

Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan ritual membuka gerbang gunung. Yakni di Punde yang mengarah langsung ke Gunung Bromo, masuk Desa Cemoro Lawang, tak jauh dari tepi lautan pasir.

Kepala Desa Wonokitri, Wirya Aditya menjelaskan, ritual ini dilakukan oleh pemangku adat setempat. Termasuk TNI POLRI dan Pemerintahan, dalam hal ini Kepala Dinas Pariwisata maupun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Camat Tosari dan undangan lainnya.

"Semua jadi satu untuk sama-sama menyaksikan prosesi buka gerbang Bromo," singkatnya.

Lebih lanjut Wirya menjelaskan membuka gerbang Bromo juga wajib dilengkapi dengan tradisi Tutup Gerbang Bromo. Untuk ritual tutup gerbang dilakukan usai prosesi Yadnya Kasada selesai digelar.

Sedangkan Upacara Yadnya Kasada sendiri dirayakan tiap tahun. Upacara bersifat massal ini berlangsung dari desa-desa di kawasan Bromo hingga puncaknya di kawah Bromo.

Setelah berdoa di tengah lautan pasir, tepatnya di Pura Luhur Poten, ritual dilanjutkan dengan menyajikan korban (sesaji) ke kawah Bromo. Korban atau sesaji berupa aneka buah-buahan, penganan, hewan bahkan uang demi keselamatan masyarakat dan anak-cucuk masyarakat Tengger.

Upacara Kesodo, saat ini juga digunakan untuk melantik dukun baru, disamping pelantikan para pejabat pemerintahan dan orang terhormat lainnya yang diangkat oleh masyarakat Tengger sebagai pinisepuh. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Desa Wonosari, Tutur

Kecamatan Tutur dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang ka...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bentuk Tim Fasilitasi TJSL BU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bapperida menggelar Sosialisasi Tahap Il P...

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...

Article Image
Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Gigi. BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Luncurkan Buku "Medi Si Gigi Putih"

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 di Kabu...