Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

94 Desa di Kabupaten Pasuruan Rawan Banjir dan Longsor

Gambar berita
17 November 2021 (14:30)
Lingkungan
5718x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk mendeteksi wilayah mana saja yang rentan terjadi bencana ketika hujan melanda, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pemetaan.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Haris mengatakan, dari hasil pemetaan terbaru, pihaknya mencatat ada 94 desa di Kabupaten Pasuruan yang dikategorikan rawan bencana banjir dan longsor.

Puluhan desa tersebut, tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

"Total ada 17 kecamatan yang memiliki resiko terjadinya bencana. Sudah selesai kami petakan," kata Haris di sela-sela kesibukannya, Rabu (17/11/2021).

Dari hasil pemetaan itu, resiko banjir, rentan melanda 43 desa atau kelurahan di 11 kecamatan. Diantaranya di Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Grati, Winongan, Nguling, Gondangwetan dan Rembang.

Sementara, potensi terjadinya longsor, kerap terjadi di 51 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Yakni Gempol, Lumbang, Prigen, Purwosari, Puspo, Tosari dan Tutur.

"Selain itu, kami juga mewaspadai ancaman banjir bandang. Daerah yang rentan terjadi banjir bandang di wilayah Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan," bebernya.

Menurut Haris, potensi banjir terjadi karena beberapa faktor. Hujan yang berlangsung deras dan lama sehingga memicu tingginya volume air yang akhirnya tak mampu ditampung oleh saluran-saluran air ataupun sungai, bisa menjadi penyebabnya.

Selain itu, adanya penyumbatan-penyumbatan yang akhirnya menimbulkan luberan, juga bisa jadi faktor pemicunya.

Sementara resiko longsor, bisa terjadi karena adanya pergeseran struktur tanah. Dimana Kondisi itu memang kasat mata. Tapi bisa dideteksi.

Misalnya adanya celah tanah baru atau pohon yang tidak simetris tegaknya atau deteksi yang lain. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor.

Seperti pengerukan sungai Kedunglarangan, pembangunan parapet dan normalisasi sungai yang lainnya.

"Kesiap siagaan juga telah dilakukan untuk menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor," sampainya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...

Article Image
Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Gigi. BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Luncurkan Buku "Medi Si Gigi Putih"

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 di Kabu...

Article Image
Warga Pasuruan Patut Bangga, Sampah Bakal Diubah Jadi Listrik 10 Megawatt

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyatakan siap penuh mengikuti Program Tata Kelol...

Article Image
Gus Shobih Lantik Pengurus BAZNAS Kab. Pasuruan 2026–2031, Dorong Pengurus Lahirkan Program-Program yang Berdampak

Wakil Bupati Pasuruan resmi mengukuhkan kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (...