Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

73 Mahasiswa China asal Kabupaten Pasuruan, Dipastikan Tak terjangkit Virus Corona

Gambar berita
31 Januari 2020 (12:56)
Kesehatan
3660x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memastikan 73 mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan yang tengah studi di Negara China, tidak terjangkit Virus Corona.

Meski begitu, untuk mengantisipasi wabah mematikan tersebut, sebanyak 23 mahasiswa sudah kembali ke tanah air. Sedangkan 50 mahasiswa lainnya direncanakan pulang ke Indonesia, pada 4 Pebruari mendatang.

Ke-73 mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan adalah penerima beasiswa Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan Southeast Asian Minister of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC). SEAMEO-SEAMOLEC sendiri merupakan organisasi di bawah Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara yang memiliki program beasiswa ke China dengan target kuota 1000 pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia.

Dalam beasiswa ini, Pemkab Pasuruan memberikan beasiswa untuk masing-masing mahasiswa sebesar Rp 22,825.000. Uang tersebut digunakan biaya pendidikan dan asrama dan hidup yang ditanggung 50% selama setahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi mengatakan, ke-73 mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan ada yang sudah lulus SI, ada yang masih baru beberapa semester dan sebagian ada yang meneruskan ke jenjang S2. Mereka kuliah di beberapa universitas. Seperti Changzou University, Nanjing University, Anuhi University, Wuxing Institute of Technology, Yangzhou Polytechnic Institute dan universitas lainnya.

Adanya wabah virus corona, membuat para mahasiswa kuatir dan ketakutan. Sehingga momen liburan winter (musim dingin) selama 2 bulan ini, menjadi waktu yang tepat untuk mereka meninggalkan China, dan kembali ke Pasuruan.

“Kebetulan Januari sampai Pebruari ini lagi libur musim dingin. Jadi para mahasiswa memilih balik ke Indonesia,” kata Iswahyudi saat ditemui di kantornya, Jumat (31/01/2020).

Dijelaskannya, selama beredarnya kasus virus corona, Iswahyudi selalu berkomunikasi dengan seluruh mahasiswa melalui aplikasi whatsapp. Bahkan, hampir setiap harinya, para mahasiswa bergantian melaporkan kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar asrama dan kampus mereka.

“Setiap hari saya selalu telpon anak-anak lewat WA. Dan Alhamdulillah, semuanya baik-baik saja. Selalu mengirim kabar kondisi terkini,” singkatnya.

Khusus untuk 50 mahasiswa yang masih berada di China, Iswahyudi menegaskan bahwa Pemerintah China menghimbau agar tidak beraktifitas di luar asrama dan kampus. Apalagi sampai bepergian keluar kota. Bahkan, KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Jepang meminta semua mahasiswa asal Indonesia untuk sementara beristirahat di negara masing-masing.

 “Tapi ketika semua diminta pulang, ada beberapa mahasiswa yang masih pikir-pikir, karena tiket pulang pergi khan biaya sendiri. Mereka hanya diantar sampai bandara saja. Ya semoga saja para orang tua bisa memahami akan pentingnya kesehatan putra-putrinya. Karena uang bisa dicari,” jelasnya kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, saat ditanya kapan mereka akan kembali ke China, Iswahyudi mengaku akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah China dalam hal aman atau tidaknya para mahasiswa dari wabah corona.

“Yang penting anak-anak akan kembali ke Pasuruan. Semoga saja sebulan ke depan, wabah ini bisa segera menghilang,” ucapnya.

Di sisi lain, Yulio Ade, salah satu Mahasiswa S2Fakultas Ohaio University asal Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, kondisi dia dan teman-temannya dalam keadaan baik-baik saja. Meski begitu, dirinya tidak diperkenankan keluar kampus atau menghindari keramaian public. Maka dari itu, dirinya akan segera pulang ke tanah air untuk menikmati liburan musim dingin, dan menghindari wabah virus corona.

“Untuk teman-teman sendiri, terbagi di beberapa kampus. Alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik. Memang saat ini lagi marak virus corona, tapi kondisi saat ini tiap kampus tidak memperbolehkan mahasiswanya keluar kampus, dan menghindari keramaian public. Hanya diperbolehkan di wilayah kampus. Tidak ada aktifitas belajar mengajar, semuanya di dormintory atau asrama,” ungkapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...

Article Image
Resmikan RSNU Pasuruan, Gubernur Khofifah Tekankan Layanan Kesehatan Yang Harus Makin Berkualitas dan Terakses Merata

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap, kehadiran Rumah Sakit Na...