Penyelenggaraan ujian baca tulis dan membaca kitab suci merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam rangka menghasilkan Kepala Desa (Kades) terpilih berkualitas. Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron yang disampaikannya di hadapan seluruh bakal calon Kades yang hadir di Auditorium Mpu Sindok, Graha Maslahat pada hari Selasa (29/8/2023).
Dengan digelarnya ujian baca tulis dan membaca kitab suci tersebut, Gus Mujib sapaannya optimis semua bakal calon Kades dapat mengikuti ujian dengan baik. Sehingga ke depannya akan bekerja dengan baik dan profesional.
"Pelaksanaan ujian baca tulis dan membaca kitab suci sesuai agama yang dianutnya di tahapan pemilihan Kades, ikhtiar kita bersama untuk menghasilkan sosok pemimpin terpilih yang berkualitas dan sesuai harapan masyarakat. Karena Kades sebagai pimpinan penyelenggaraan pemerintahan di Desa diharapkan menjadi figur berwawasan luas, berintegritas dan pandai dalam segala bidang. Baik pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan," ujarnya.
Dari 47 Desa di 20 Kecamatan yang mengikuti Pilkades serentak pada tahun ini, ada 168 bakal calon Kades yang mengikuti ujian. Harapannya, dengan jumlah yang cukup besar tersebut mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.
"Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya peserta ujian yang hadir pada hari ini untuk tetap harmonis dan selalu menjaga kebersamaan untuk kondisi lebih baik di masa mendatang. Mari kita jadikan pelaksanaan pemilihan Kades serentak sebagai momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan. Selanjutnya kami serahkan sepenuhnya pelaksanaan ujian ini kepada tim penguji dari Universitas Brawijaya Malang selaku penyelenggara pada tahapan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Pasuruan tahun 2023," ucap Wakil Bupati. (Eka Maria)
Komentar