Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wagub Jatim Emil Dardak Hadiri Haul Mbah Sakaruddin

Gambar berita
18 Juli 2022 (15:44)
Pelayanan Publik
6796x Dilihat
0 Komentar
admin

Ada yang istimewa dalam acara Haul Mbah Sakaruddin bin Mbah Sholeh Semendi tahun ini. Kehadiran Plh. Bupati Pasuruan yang turut hadir di Masjid Tiban Mbah Sakarudin, Keboncandi, Kecamatan Gondangwetan tersebut ditemani Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak.

Saat memberikan sambutan, Gus Mujib demikian biasanya Plh. Bupati disapa menyampaikan kepada para tamu undangan yang hadir tentang pentingnya menghadiri majelis. Esensinya tidak hanya untuk menyambung silaturahmi saja. Melainkan juga saling menyambung dengan guru serta leluhur. Berikut untuk mendapatkan syafaat dan barokah dari Allah SWT melalui alim ulama.

"Semoga semuanya mendapatkan barokah dan berkah dari leluhur kita semuanya. Kita sebagai santri harus niat hormat dengan para Kiai karena dengan niat hormat itu kita mengharap barokah dan syafaat dari Allah SWT melalui para Alim Ulama dan Kyai", ucapnya pada hari Ahad (17/7/2022) siang.

Masih di momen yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berkesempatan menyampaikan beberapa hal terkait kewajiban bela negara. Sesuai dengan tema Haul Mbah Sakarudin tahun ini yakni “Pentingnya Orang Desa Dalam Membela Negara”.

Dijelaskan bahwa warga Desa adalah masyarakat yang sangat mencintai tanah air. Sehingga apa yang ditanam bisa tumbuh. Maka dari itu, masyarakat harus menjaganya sepenuh jiwa dan raganya sebagai bentuk penghargaan atas anugerah Allah SWT.

"Kalau diartikan betul bahwa masyarakat Desa ini paling mencintai tanah air kita. Dari tanah air ini, apa yang ditanam bisa tumbuh. Maka kita harus menjaganya. Alam akan membawa kita lebih menghargai anugerah dari Allah,” urai Wakil Gubernur.

Di sisi lain, Emil juga menitipkan pesannya kepada masyarakat agar tidak termakan dengan isu-isu terkait benturan antara agama dengan negara. Menurutnya, hal seperti itu sangat tidak tepat karena para pejuang kemerdekaan dahulu tidak hanya masyarakat biasa, namun juga santri.

"Jangan mau umat kita dipecah-pecah. Jangan mau menerima informasi yang salah. Jangan mau menjadi masyarakat yang sumbu pendek. Mudah mudahan kita semua bisa menyikapi hal itu dan bisa menghindarinya apalagi terhadap berita hoaks,” pintanya.

Diakhir arahannya, Wakil Gubernur meminta agar masyarakat tetap mengawal semua proses hukum yang berlaku di Indonesia. Tentunya tanpa ikut mencampuri serta jangan sampai ada penghakiman. (Iguh+Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Nurita Iza Rosdiany. Pembatik dari Desa Cangkringmalang Jadikan Daun Lontar Motif Batik Mewah dan Berkelas

Di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pohon Lontar alias siwalan banyak...

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...