Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Turunkan Stunting. TP PKK dan Dinas Peternakan Gelar Bimtek Olahan Hasil Peternakan Keliling 24 Kecamatan

Gambar berita
16 Juli 2025 (11:22)
Kesehatan
972x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus roadshow ke 24 kecamatan untuk menyelesaikan Bimtek Pengolahan Hasil Peternakan. 

Seperti yang terlihat di Pendopo Kecamatan Rejoso dan Nguling, Rabu (16/7/2025) siang. Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, drg Merita Ariestya Yudi mengajak para kader PKK kecamatan dan Desa di dua wilayah tersebut untuk membuat Rice Bowl with Salted Eggs.

Makanan yang kini banyak digandrungi anak muda ini dipilih sebagai masakan berbahan dasar daging, telur dan susu, untuk kemudian dilombakan antar kader.

Sebelum memasak, para ibu menerima epron dan kelengkapan dapur lainnya dari panitia. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah mengatakan tujuan digelarnya Bimtek adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah produk hasil peternakan menjadi olahan yang kekinian dan digemari anak-anak.

"Kami ingin meningkatkan keterampilan para ibu rumah tangga dalam hal olahan hasil peternakan menjadi olahan yang kekinian," katanya. 

Dengan digelarnya Bimtek, para peserta akan memiliki pengetahuan baru dalam memanfaatkan daging, telur dan susu menjadi produk yang ada nilai tambahnya. Terlebih ketika komoditas tersebut menjadi salah satu potensi besar yang ada di Kabupaten Pasuruan. 

"Harapannya, nilai tambah ada pada daging, telur atau susu. Kalau dijual mentah harganya mahal. Tapi kalau diversifikasin bisa jadi pasteurisasi, yogurt, permen dan produk lain yang bernilai," terangnya. 

Sementara itu, Mela Rusdi - sapaan akrab Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan ini menegaskan bahwa Bimtek Pengolahan Hasil Peternakan menjadi salah satu kegiatan yang muaranya untuk menurunkan angka stunting di daerah.

"Tadi pas ke Rejoso, Pak camat menyampaikan bahwa masih ada 70 kasus anak dengan kondisi stunting di Rejoso. Untuk itu, kami titip untuk disampaikan ke semua kader dan warga agar semangat dalam menurunkannya sampai zero kasus," harapnya. 

Ditegaskan Mela Rusdi, masalah stunting di Kabupaten Pasuruan masih menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan. Dalam artian bukan hanya urusan dapur. Lebih dari itu, juga berkaitan dengan data, kebijakan, dan edukasi.

"Penurunan stunting bukan sekadar program, tapi gerakan kolektif. Kami tidak bisa bergerak sendiri, melainkan gerak bersama semua lintas sektor," tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Pimpin Upacara Bendera Hari Sumpah Pemuda ke 98

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Upacara Bendera memperingati Hari Sumpah...

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Berangkatkan Ratusan Atlet dan Official Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori melepas keberangkatan kontingen Kabupaten P...

Article Image
Gus Iqdam Ajak Masyarakat Kabupaten Pasuruan Ngaji Bareng Hari Santri Nasional 2026

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan...

Article Image
Launching Official, Jersey, Pemain dan Sponsorship. CEO Persekabpas Mas Rusdi : Jayalah Terus Persekabpas Sampai di Puncak Teratas

Usai meluncurkan jersey official, Persekabpas resmi memperkenalkan official, spo...

Article Image
Persekabpas Launching Jersey Official Liga 3 Nusantara 2026/2027

Ribuan sakeramania menyaksikan launching persekabpas fast Menuju Liga 3 Nusantar...