Penyelenggaraan pelayanan publik harus terus bertransformasi dan dimodifikasi seiring dengan perkembangan jaman. Terlebih di era disrupsi yang sangat identik dengan pesatnya perubahan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto menyatakan, dibutuhkan inovasi daerah yang berkelanjutan dan berdampak bagi kemajuan masyarakat.
Disampaikan dalam sharing session Inovasi Pelayanan Publik di Daerah yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur tersebut menitikberatkan pentingnya sebuah terobosan. Sudah pasti harus dibarengi dengan komposisi yang pas. Baik dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki maupun sistem birokrasi yang mumpuni.
"Antara SDM dengan sistem harus sejalan. Sistem apapun juga jika tidak didukung dengan SDM, maka capaian-capaiannya tidak akan terlaksana dengan baik. Di sisi lain, jika SDM-nya bagus, tapi tidak didukung oleh kebijakan pimpinan, anggaran dan sistem pemerintahan yang baik ya mustahil juga bisa terlaksana," urainya pada hari Jumat (21/6/2024) sore.
Bertempat di Ruang Kuliah International, Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Pj. Bupati Andriyanto tak lupa membagikan bentuk konkrit inovasi di Kabupaten Pasuruan, Mulai dari Inovasi Tata Kelola Pemerintahan, Inovasi Pelayanan Publik hingga Inovasi Daerah lainnya. Sasarannya tidak terlepas dari peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat juga peningkatan daya saing daerah.
"Kami, Pemkab Pasuruan mengaplikasikan Inovasi Tata Kelola Pemerintahan dalam pelaksanaan manajemen Pemerintahan Daerah. Baik tata laksana internal dalam pelaksanaan fungsi manajemen maupun pengelolaan unsur manajemen. Demikian juga Inovasi Pelayanan Publik dalam hal penyediaan pelayanan kepada masyarakat yang meliputi proses pemberian pelayanan barang/jasa publik dan inovasi jenis dan bentuk barang/jasa publik. Tidak terkecuali menerapkan Inovasi Daerah lainnya," tandasnya bersemangat.
Dalam forum diskusi yang turut menghadirkan Bupati Mojokerto, Ikhfina Fahmawati tersebut, Pj. Bupati Pasuruan tak lupa menjabarkan tentang data empiris kondisi sosial masyarakat. Sehingga dapat menyelenggarakan pelayanan publik yang tepat sasaran dengan kualitas bagus.
"Indikator pelayanan publik, bagaimana masyarakat dilayani dengan cepat, lebih murah, lebih smart dan manfaat lainnya. Jadi, seorang pejabat publik itu harus benar-benar dipahami apa dan siapa yang dilayani. Itu ruh dari pelayanan publik," tegasnya dalam acara dialog interaktif yang dipandu oleh Wakil Direktur Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat dan Digitalisasi Sekolah Pascasarjana UNAIR, Suparto Wijoyo tersebut.
Lalu apa saja produk Inovasi Pelayanan Publik yang telah diaplikasikan di Kabupaten Pasuruan? PUJANGGA (Pustaka Jangkau Keluarga), SAKERA JEMPOL (Sadari kekerasan Perempuan dan Anak) dan SURYA MAS JELITA (Sehat untuk Berkarya, Mandiri Bersama Kelompok Jelang Eliminasi Kusta), diantaranya. Berikut, ODHLINK (Online 24 jam, Delivery Order, High Access) dan KAPITEN PASURUAN GETAS JUARA (Kopi Asli Kabupaten Pasuruan Penggerak Ekonomi Petani Kopi Pasuruan Menuju Cita Rasa Internasional).
Berkat sikap persisten dalam mengoptimalkan Inoavsi Pelayanan Publik, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berhasil mendapatkan apresiasi. Diantaranya, Top 30 KOVABLIK Provinsi Jawa Timur dan Top 45 KOVABLIK Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023. Masih di tahun yang sama, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga diganjar penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari MenPANRB. (Eka Maria)
Komentar