Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Sulap Limbah Sedap Malam Jadi Pakan Alternatif, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Punya Inovasi NGUSAP ARIT

Gambar berita
31 Maret 2023 (16:10)
Pelayanan Publik
3329x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan sukses mengolah limbah bunga sedap malam yang ada di Kecamatan Rembang menjadi pakan ternak alternatif yang berkualitas.

Kesuksesan ini berkat inovasi NGUSAP ARIT, sebuah akronim yang merupakan singkatan dari ngrumat sapi tanpo ngarit. Kalau dibahasa Indonesia khan berarti merawat sapi tanpa harus mencari rumput.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengatakan, dicetuskannya inovasi ini berawal dari keresahan para peternak yang mengeluhkan harga bahan pakan dan pakan ternak yang terus mengalami kenaikan sekitar 20% di setiap tahunnya.

Plus ditambah pasokan pakan hijauan yang tidak stabil lantaran tergantung cuaca, mau tak mau harus ada cara agar ternak tetap diberi pakan berkualitas namun tak harus dengan merogoh kocek dalam-dalam.

"Sampai sekarang juga masih ada peternak yang kurang memahami tentang pemanfaatan limbah pertanian dan pabrik untuk dijadikan pakan ternak alternatif. Sehingga berdampak pada produksi dan perkembangan ternak," kata Diana saat ditemui di ruangannya, Jumat (31/03/2023).

Diungkapkannya, inovasi ini sudah dimulai sejak tahun 2021 lalu. Dimana pihaknya melihat hampir 60 ton sampah bunga sedap malam di Kecamatan Rembang terbuang percuma. Baik itu limbah daun, batang maupun akar.

Dari situlah, pihaknya mengajak para petani atau peternak untuk dilatih membuat pakan ternak dengan metode silase. Yakni makanan ternak yang memiliki kadar air tinggi yang diolah melalui proses fermentasi dengan bantuan jasad renik.

"Silase itu hijauan ternak yang diawetkan kemudian disimpan dalam kantong plastik yang kedap udara atau silo, drum. Proses tersebut dilakukan dalam kondisi anaerob atau tanpa oksigen, baik dengan penambahan atau tanpa penambahan pengawet," jelasnya.

Lebih lanjut Diana menegaskan bahwa limbah bunga sedap malam yang dirubah menjadi pakan ternak dengan metode silase terbukti efektif dalam mencukupi hijauan pakan ternak.

Selain itu, juga hemat tenaga, dan metode nya mudah dibuat serta direplikasi, sehingga menekan biaya pakan menjadi lebih murah dengan penambahan berat badan yang jauh lebih bagus.

"Dengan inovasi Ngusap arit ini, gak perlu lagi harus merumput tiap hari tapi cukup 2 minggu sekali. Pakan juga melimpah, tahan lama, berat badan sapi juga naiknya lebih banyak, biaya pakan juga lebih murah dan penumpukan limbahnya bisa semakin menurun," tegasnya. (emil)






Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Raih Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara 2026

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meraih penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara...

Article Image
Jalur Pendakian Gunung Arjuno - Welirang, Ditutup Total

RRI.CO.ID, Pasuruan - Akses jalur pendakian menuju kawasan Gunung Arjuno dan Wel...

Article Image
Jalan-jalan ke Kampung Bebek di Dusun Tawangsari, Kejapanan Kebanjiran. Kewalahan Terima Order Telur Asin untuk MBG

Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dari dulu...

Article Image
RSUD Bangil Jalani Evaluasi Akreditasi, Pemkab Pasuruan Tegaskan Komitmen Peningkatan Layanan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kual...

Article Image
Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda Ingatkan Umat Islam Jangan Tinggalkan Sholat Dalam Situasi Apapun. Termasuk Saat Karnaval Agustusan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda mengingatk...