Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Status Kekeringan di Kabupaten Pasuruan Masih Belum Dicabut

Gambar berita
04 Desember 2023 (06:19)
Pelayanan Publik
2750x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Meskipun sudah memasuki musim penghujan, namun status kekeringan di Kabupaten Pasuruan masih belum dicabut.

Hal tersebut dikarenakan masih ada desa-desa yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto mengatakan, Krisis air bersih masih saja terjadi. Buktinya, droping air bersih ke puluhan desa yang alami kekeringan masih terus dilakukan hingga kemarin.

"Walaupun sekarang sudah masuk penghujan, tapi status kekeringan belum kami cabut," kata Andri saat meninjau Sungai Kebonsari di wilayah Kecamatan Gempol, Rabu (29/11/2023) lalu.

Hanya saja, dropping air bersih tak seintens seperti saat puncak kekeringan kemarin.

Kata Andri, BPBD Kabupaten Pasuruan selalu on call apabila ada desa-desa yang membutuhkan pasokan air bersih.

"Sekarang memang tidak sebanyak ketika puncak kekeringan kemarin. Tapi dropping air bersih masih kami lakukan. Bahkan kalau ada laporan, akan langsung ditindaklanjuti," ucapnya.

Seperti diketahui, setidaknya 22 desa di Kabupaten Pasuruan masih dilanda krisis air bersih. Puluhan desa yang dilanda kekeringan itu, tersebar di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, dan Kejayan.

Untuk wilayah Kecamatan Gempol, krisis air mendera Desa Wonosunyo. Sedangkan di Kecamatan Winongan, krisis air bersih menerpa Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo. Untuk Kecamatan Lumbang, ada Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati, dan Pancur.

Sementara di Pasrepan, ada Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, Desa Petung, Desa Pasrepan, Klakah, dan Sapulante. Sedangkan di Kecamatan Lekok, kriris air bersih melanda Pasinan dan Balunganyar, Semedusari, dan Wates. Lalu, di Kecamatan Kejayan ada Desa Kedungpengaron dan Ambal-Ambil yang hingga kini diterpa krisis air bersih.

Dari jumlah tersebut, beberapa sumber air di desa-desa tersebut sudah keluar air, meski masih belum banyak.

"Ada yang sumber air nya mulai keluar, tapi tidak banyak. Karena mungkin hujan tidak turun setiap hari," singkatnya.

Di tahun 2024 mendatang, Pemkab Pasuruan menargetkan sudah tidak ada lagi desa-desa di Kabupaten Pasuruan yang kekeringan.

Menurut Andri, banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari pengeboran, pipanisasi atau pembangunan embung.

"Semangat kita di tahun 2024 sudah tidak ada lagi desa yang kekeringan. Mungkin dengan pengeboran air, ya pipanisasi, kalau nggak bisa ya pembangunan embung yang diperbanyak. Seperti hari ini ada bantuan sumur bor daru Asosiasi Perumahan dan Permukiman," ucapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Tandon dan Menara Air di Wilayah Kekeringan dan Kesulitan Akses Air Bersih

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang tahun ini...

Article Image
Satu Rumah Warga di Wonorejo Roboh Dihantam Angin Kencang. BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Salah satu rumah warga di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pa...

Article Image
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Desa Wonosari, Tutur

Kecamatan Tutur dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang ka...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bentuk Tim Fasilitasi TJSL BU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bapperida menggelar Sosialisasi Tahap Il P...

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...