Gus Shobih, demikian biasanya Wakil Bupati Pasuruan akrab disapa memperkenalkan ragam potensi daerah kepada para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Tahun 2025 Provinsi Jawa Timur. Hal itu diutarakannya pada saat menyambut rombongan di Ruang Rapat Dinasti Isyana, Gedung Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan.
Baginya,
dipilihnya Kabupaten Pasuruan sebagai lokasi kunjungan merupakan kehormatan
tersendiri. Seraya mengajak semua peserta agar dapat mengeksplorasi beberapa
lokasi pemberdayaan masyarakat, sesuai lokus kegiatan yang dituju.
“Atas
nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat
datang kepada peserta PKN Tingkat II Angkatan I Tahun 2025 Provinsi Jatim.
Sebuah kehormatan besar bagi kami menjadi tujuan visitasi. Acara yang begitu
penting dan strategis dalam mencetak pemimpin-pemimpin bangsa yang handal dan
berintegritas,” tuturnya sambil tersenyum.
Lebih
lanjut, Gus Shobih berharap, peserta PKN dapat mengambil berbagai perspektif terkait
pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga akseptor KB di beberapa titik lokasi.
Hal itu sejalan dengan lokus kegiatan yang diampu Dinas Pemberdayaan Perempuan
Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)
Kabupaten Pasuruan. Masing-masing, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol dan Desa
Karangrejo Kecamatan Purwosari.
“Saya
berharap, semua peserta PKN bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pastinya,
visitasi Panjenengan nantinya bisa sesuai lokus,” ujarnya saat itu.
Di
penghujung sambutannya, Gus Shobih tak lupa mempersilahkan kepada seluruh
peserta untuk menduplikasi kegiatan yang dilakukan di tempat Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kabupaten Pasuruan. Yakni sebuah program
yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan ekonomi
produktif. Menciptakan kegiatan yang berdampak secara keekonomian bagi
masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing peserta adalah tujuan
utamanya.
“Semoga
Bapak Ibu bisa memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini sebaik-baiknya.
Bertukar gagasan dengan sesama peserta dari berbagai daerah. Sehingga kelak
menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi organisasi,” imbuhnya.
Sementara
itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pasuruan, Agus Masjhady menyatakan, peserta PKN begitu
antusias selama mengikuti rangkaian kunjungan. Baik yang dilakukannya di Desa
Karangrejo, Kecamatan Gempol (home
industry pembuatan sandal yang terdiri dari 20 anggota) maupun UPPKA di Desa
Karangrejo Kecamatan Purwosari (tempat usaha pembuatan keset, kain pel dan
serbet makan beranggotakan 60 orang).
“Di
sana, para peserta melihat proses produksi setiap produk di UPPKA. Juga
memantau lokasi pemasarannya dimana saja. Semuanya berbasis pemberdayaan
perempuan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Syaratnya
menjadi akseptor KB. Semuanya mitra kami” jelasnya pada hari Selasa (29/4/2025). (Eka Maria)
Komentar