Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Salak Kersikan Khas Kecamatan Gondangwetan, Mulai Dipanen Raya

Gambar berita
01 Agustus 2021 (18:56)
Ekonomi
11456x Dilihat
0 Komentar
admin

Nama "Salak Kersikan" di telinga masyarakat Pasuruan, pasti sudah tak asing lagi.

Buah dengan julukan snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular ini, tumbuh lebat di Desa Kersikan, Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan.

Bisa dibilang, salak kersikan merupakan warisan nenek moyang, lantaran umur pohon milik warga yang bisa bertahan hingga puluhan tahun.

Salah satu petani salak kersikan adalah Teguh Wahyu Widodo. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kersikan ini sebenarnya punya 2 hektar kebun pohon salak.

Hanya saja, dari jumlah tersebut, kini tersisa 1 hektar yang masih ditanami pohon salak. 

Ia menuturkan, dalam setahun, pohon salak bisa dipanen hanya dua kali, yakni pada bulan juli dan desember. Dimana per satu pohon bisa menghasilkan rata-rata 10 kilogram salak yang siap dipanen.

"Panennya dua kali dalam setahun. Ya bulan juli ini sama bulan desember. Per pohonnya bisa saya panen sekitar 10 kilogram," kata Teguh, saat ditemui di kebun salak miliknya, Minggu (01/08/2021) pagi.

Untuk bisa berbuah lebat, setiap petani salak wajib mengawinkan bunga jantan dan betina. Proses mengawinkannya sangat sederhana, yakni bunga jantan di salah satu pohon langsung dipotong kemudian ditancapkan ke bunga betina di pohon yang lain. Apabila hujan, setiap petani harus bisa melindungi bunga agar tidak basah, sebab kalau dibiarkan akan membusuk, dan berujung gagal berbuah.

"Ditutupnya dengan kresek atau dengan pelepah pisang atau yang lain. Yang penting tidak basah," ungkapnya.

Setelah dipanen, buah salak di kebun miliknya kebanyakan tak sampai dijual ke pasar. Kata Teguh, salak kersikan yang ia punya, habis dibeli oleh penjual atau pengunjung yang datang sendiri ke kebunnya, utamanya hari sabtu dan minggu. Dari sinilah, bisa ditarik kesimpulan bahwa salah kersikan memiliki pangsa tersendiri di hati para pecintanya.

"Apalagi pas weekend sabtu atau minggu, banyak sekali warga yang datang ke sini untuk membeli panen langsung dari kebun. Ya gak papa, malah saya senang," terangnya.

Hanya saja, saat ditanya perihal harga salak kersikan ketika dijual, Teguh mengaku bahwa sampai saat ini, salak yang ia jual tak pernah diukur dari berapa rupiah per kilogramnya. Melainkan per 100 biji yang ia jual mulai dari harga Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu untuk salah yang berukuran besar. 

Diakuinya, harga tersebut sangatlah murah, mengingat banyak penjual salak yang menjual salaknya dengan ukuran kilogram atau per 10 biji dengan harga yang disepakati.

"Dari dulu jualnya ya per 100 biji bonus 10 buah salak dengan harga paling mahal Rp 50 ribu. Murah sekali memang," tandasnya.

Masih rendahnya harga salak yang ia jual, tak jadi masalah. Lantaran pohon yang ia miliki terus berbuah, meski tak dirawat seperti ketika menanam mangga, jeruk atau buah lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana setiap bunga jantan dan betina yang ada di pohon yang berbeda, harus dikawinkan. Apabila dibiarkan begitu saja, maka jangan harap pohon salak akan berbuah lebat.

"Kalau tidak dikawinkan, paling mentok bisa tumbuh 3 buah saja," pungkasnya.

Sementara itu, saat ditanya perihal rasa salak yang ada di Desa Kersikan, Teguh mengungkapkan bahwa Salak Kersikan memiliki karakteristik rasa manis dan masam serta memilik kandungan air yang tinggi. 

Dengan begitu, umur simpan salak tidak bisa lama, lantaran dapat cepat membusuk apabila didiamkan hingga berhari-hari setelah dipanen.

"Paling lama 4 hari kalau dari yang tidak terlalu matang. Kalau matang paling mentok 3 hari segera dimakan atau diolah biar tidak membusuk," ucapnya.

Di sisi lain, salak kersikan tak hanya bisa dijadikan buah pendamping setelah makan, tapi juga bisa diolah menjadi beragam jenis makanan. Seperti manisan, keripik salak dan minuman khas salak. Menurut Teguh, berbagai jenis kudapan tersebut biasanya dibuat ketika ada event-event di Kecamatan atau tingkat Kabupaten.

Hanya saja, lantaran saat ini tengah dalam kondisi Pandemi Covid-19, ia mengaku tak mendapat order untuk sekedar oleh-oleh maupun olahan berbahan dasar buah salak.

"Kalau sekarang ya cuma dijual buahnya saja. Karena tidak ada kegiatan di kecamatan atau kabupaten. Semoga pandemi ini segera selesai," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dishub Kabupaten Pasuruan Pasang Brigade Beton di Ruas jalan Bundaran Apollo Gempol

Untuk mencegah truk dan kendaraan besar lainnya parkir secara liar di badan jala...

Article Image
Persiapan Liga 3 Nusantara, Pemain Persekabpas Mulai Latihan Bersama

2 bulan jelang dimulainya Kompetisi Liga 3 Nusantara, para pemain Persekabpas mu...

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...