Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Realisasi Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Capai Rp 184 Juta

Gambar berita
20 Maret 2019 (17:03)
Pelayanan Publik
3350x Dilihat
0 Komentar
admin

Sampai akhir tahun 2018 kemarin, realisasi penerimaan dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 184 juta. Jumlah tersebut sudah mencapai target yang ditetapkan pada akhir tahun lalu yaitu sebesar Rp 175 juta.

M. Syaifi, Plt Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa di tahun 2018 lalu untuk target RPH memang ada penyesuaian. Jika tahun 2017 lalu masih ditarget sebesar Rp 190 juta. Namun di tahun 2018 kemarin diturunkan menjadi Rp 175 juta. Penyesuaian target dikarenakan tren jumlah penurunan pemotongan dalam 3 tahun terakhir.

“Ini lantaran melihat tren setiap tahunnya jumlah pemotongan memang cenderung ada penurunan. Sehingga untuk target RPH di tahun 2018 lalu dilakukan penyesuaian,” kata Syaifi, saat ditemui di kantornya, Rabu (20/03/2019).

Dijelaskannya,  penurunan tren jumlah pemotongan dicontohkan pada tahun 2017 lalu. Dari target pemotongan sebanyak 7.600 ekor sapi, tahun 2017 hanya tercapai 7.478 ekor atau hanya 98,39 persen.  Begitu pula dari penerimaan, dari target sebesar Rp 190 juta, realisasinya hanya mencapai Rp 186,950 juta. Sehingga tahun 2018 lalu dilakukan penurunan target sehingga hanya ditarget sebesar Rp 175 juta. Namun dengan penurunan target tersebut, realisasi tercapai hingga Rp 184 juta.

Syaifi menegaskan, untuk biaya pemotongan 1 ekor sapi ditetapkan sebesar Rp 25 ribu. Tarif ini sesuai dengan Perda No. 14 tahun 2012 tentang retribusi RPH Kabupaten Pasuruan. Secara jumlah, pemotongan sapi di 10 RPH Kabupaten Pasuruan memang sedikit ada peningkatan.

 “Hanya naik 4 ekor dari tahun sebelumnya. Sehingga besar kecilnya sapi tetap sama perhitungannya yaitu sebesar Rp 25 ribu sekali pemotongan. Imbasnya pemotongan di RPH juga tidak bisa melonjak, kendati konsumsi daging sapi sebenarnya stabil hanya saja sapi yang dipotong ukurannya yang lebih besar,” jelasnya.

Lebih lanjut Syaifi menjelaskan, saat ini pemotongan daging sapi juga mayoritas adalah jenis sapi limusin dan simental yang dari segi bobot memang lebih besar yaitu antara 600-700 kilogram. Dibandingkan dulu lebih banyak jenis sapi peranakan ongol (PO) dimana bobot hanya sekitar 250-300 kilogram. Hal inilah yang membuat kendati konsumsi daging sapi sebenarnya stabil. Namun pemotongan di RPH cenderung ada penurunan.

“Semoga saja ada peningkatan terus menerus, baik dalam hal jumlah pemotongan maupun realisasi penerimaan,” singkatnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Beri Wadah Para Kicau Mania. Pemkab Pasuruan Gelar Festival Burung Berkicau Piala Bupati Pasuruan 2026

Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kebudayaan dan...

Article Image
Ketua Perwosi Kabupaten Pasuruan, Mela Rusdi Berangkatkan 1400 Peserta Pasuruan Woman's Run 2026

Untuk pertama kalinya, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kab...

Article Image
Wujudkan Fasilitas Olahraga yang Layak dan Nyaman, Pemkab Pasuruan Perbaiki GOR Sasana Krida Anoraga

Gedung Olahraga (Gor) Sasana Krida Anoraga Raci, kini diperbaiki. Pemerinta...

Article Image
Salurkan Bakat Minat di Bidang Seni, Pemkab Pasuruan Gelar Kejuaraan Drumband Street Parade Bupati Cup 2026

Puluhan grup marching band SD, SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Pasuruan mengi...

Article Image
Layanan Panggilan Kedaruratan Command Center 112, Komitmen Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan Maksimalkan Layanan Publik

Memaksimalkan tugas pokok dan fungsi perannya di bidang komunikasi dan informat...