Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

PUNCAK MUSIM HUJAN, WASPADAI ANGIN KENCANG

Gambar berita
07 Februari 2017 (16:47)
Pelayanan Publik
6020x Dilihat
0 Komentar
admin

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menghimbau masyarakat agar lebih mewaspadai angin kencang yang berpotensi terjadi selama musim puncak hujan saat ini. Sehingga dapat menghindari beberapa lokasi rawan jika sewaktu-waktu bertiup angin kencang. Pernyataan ini disampaikan Teguh Susanto prakirawan BMKG Juanda, merespon kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir yang seringkali diguyur hujan intensitas ringan sampai deras disertai angin kencang.     

Diantara lokasi rawan yang harus dihindari jika sewaktu-waktu bertiup angin kencang, jembatan penyeberangan yang langsung berbatasan dengan laut seperti jembatan Suramadu dan sepanjang jalan. Menurutnya, akan sangat berbahaya bagi keseimbangan pengendara terutama pengguna kendaraan motor melintas di jembatan penyeberangan yang berbatasan langsung dengan laut. Demikian juga bagi pengendara yang melintas di sepanjang jalur hijau serta baleho karena berpotensi roboh akibat angin kencang.

“Jika kecepatan angin sangat kencang, pihak pengelola tol Suramadu biasanya langsung meresponnya dengan melarang pengendara motor agar menghentikan perjalanannya sementara waktu sampai kondisi aman”, jelasnya waktu tadi dihubungi Bidang Data dan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Selasa (07/02/2017).       

Menurut Teguh, setidaknya, angin kencang berkecepatan 5-40 km jam imbas dari tekanan rendah di selatan laut Jawa tersebut masih berpeluang terjadi sampai satu hari ke depan atau besok, Rabu (08/02/2017). Selama memasuki puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi sampai pertengahan Februari 2017, ada kecenderungan angin bertiup kencang. Sehingga mempengaruhi pola hujan, dimana selama terjadi angin kencang maka intensitas hujan justru berkurang.

Sementara itu, angin kencang juga berdampak pada tingginya gelombang laut di perairan, seperti Selat Bali dan Sapudi Madura dengan ketinggian sampai 3,5 meter. Sehingga berdampak pada aktivitas pelayaran di beberapa penyeberangan di Jawa Timur. (Eka Maria)     

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pastikan Ternak Bebas Penyakit Menular, Layak dan Hasilkan Daging yang ASUH, DKP3 Kabupaten Pasuruan Lakukan Pemeriksaan Ante Mortem

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian da...

Article Image
Mas Rusdi: Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027 Harus Bersih, Bebas Penyimpangan dan Semua Anak Harus Sekolah

Seleksi Penerimaan Murid Baru jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Kabup...

Article Image
Bupati Rusdi Hadiri Rapat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Kementerian ATR/BPN

Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah laju pembangunan yang ma...

Article Image
3 Raperda Non APBD Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 Disahkan Jadi Perda

Tiga Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Non APBD Tahun 2026, disahkan menjadi...

Article Image
Tekan Pengangguran Terbuka, Disnaker Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang II

Setelah sukses dengan gelombang pertama, Pemerintah Kabupaten  Pasuruan mel...