Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Prospek Bisnis Kopi di Kabupaten Pasuruan Kian Menjanjikan

Gambar berita
04 Oktober 2022 (13:12)
Ekonomi
5939x Dilihat
0 Komentar
admin

Prospek bisnis komoditas kopi di Kabupaten Pasuruan semakin menjanjikan.

Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya permintaan pengiriman kopi ke luar Kabupaten Pasuruan. Baik lokal, nasional bahkan internasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri mengatakan, produk kopi dari para petani di 8 sentra penghasil tanaman kopi banyak diminta dari kota lain seperti Gresik, Malang, Surabaya. Bahkan sampai tembus ke pasar nasional seperti Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Bogor, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

Tak selesai sampai di situ, produk kopi dari Kelompok Tani Candi Mulyo, Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari sangat disukai pangsa pasar Malaysia, Hongkong, Singapura hingga Amerika Serikat.

"Sampai sekarang pesanan kopi arabika sebanyak 200 kilogram per bulan dikirim ke Malaysia. Itu mulai juni tahun 2021 kemarin. Dan pada september kemarin ada customer dari Amerika yang langsung survei ke lokasi untuk melakukan penjajakan dan kerja sama," kata Lilik di sela-sela kesibukannya, Selasa (04/10/2022) pagi.

Selain permintaan yang masih tinggi, meningkatnya prospek bisnis kopi juga bisa dilihat dari makin banyaknya kafe yang menghadirkan kapiten (kopi asli kabupaten) Pasuruan di semua wilayah penghasil kopi maupun di pusat-pusat keramaian.

Kata Lilik, Kafe Kapiten sudah banyak menjamur di setiap kecamatan. Bahkan setiap kelompok tani kopi juga membuka kafe dengan harga kopi yang worth it dengan rasanya.

"Sekarang kopi itu jadi menu wajib di semua restoran, rumah makan, cafe atau pun tempat yang menjual makanan minuman. Dan untuk di Kabupaten Pasuruan sudah banyak kafe Kapiten yang dikunjungi banyak penikmat kopi," jelasnya.

Dengan semakin bergairahnya bisnis kopi, Pemkab Pasuruan terus berupaya untuk memfasilitasi para kelompok petani kopi. Mulai dari peningkatan SDM (sumber daya manusia), bantuan benih, sarana prasarana pendukung hingga bantuan unit pengolahan hasil.

Dijelaskan Lilik, sepanjang 2017 hingga sekarang, pihaknya telah menggelontokan anggaran lebih dari Rp 5 Milyar. Anggaran multi years itu difokuskan pada kelompok petani kopi pemula atau tengah merintis. Sehingga bisa menjadi pelecut untuk mengembangkan bisnisnya.

"Kita bimbing para petani kopi pemula atau madya agar terus mengembangkan usahanya sampai bangkit dan berdaya sehingga kualitas kopi kita semakin bagus dan merata," terangnya.

Lebih lanjut Lilik menegaskan bahwa meningkatnya potensi kopi juga berbanding lurus dengan semakin meningkatnya luas areal tanam di Kabupaten Pasuruan dari 4000 an hektar di tahun lalu, kini mencapai 5351,97 hektar. Sedangkan luas panen sudah mencapai 1947,70 hektar dengan produktifitas 712,81 kilogram/hektar dan produksi 1388,34 ton ose.

Areal tanam tersebut tersebar di 8 sentra tanaman kopi di Kecamatan Purwodadi, Tutur, Puspo, Lumbang, Pasrepan, Purwosari, Prigen dan Tosari.

"Luas areal tanam makin lebar dan produktifitasnya juga meningkat setelah kemarin mandeg akibat pandemi," singkatnya.

Seperti diketahui, kopi di Kabupaten Pasuruan memiliki beberapa keunggulan seperti sertifikat hak merk Kapiten, sertifikat indikasi geografis kopi robusta pasuruan, SE Bupati nomor 01 tahun 2019 tentang hari jumat sebagai hari minum kopi dan yang lain.

"Sudah terbentuk masyarakat perlindungan indikasi geografis kopi robusta pasuruan, ada pula dukungan anggaran dari Pusat, Provinsi dan Pemkab dan juga adanya Koperasi Kopi arabusta maslahat pasuruan (AMPAS)," tutupnya.

Dengan seluruh keunggulan ini, ia berharap kepada para petani kopi agar menerapkan budidaya kopi sesuai rekomendasi teknis. Mulai dari penanaman hingga petik merah kopi.

"Budidaya harus menerapkan sesuai rekomendasi teknis, tidak asal-asalan, bibit harus bersertifikat, pemupukan harus organik, pengendalian hama juga non kimia, sehingga cita rasa kopi juga tetap terjaga," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...