Khitan merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang memiliki makna spiritual, sosial, dan kesehatan.
Bukan hanya sekadar menjalankan sunnah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengandung nilai kebersihan, kesucian, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Inilah yang mendasari Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (DALWA) untuk kembali melaksanakan Khitan Massal di Klinik PHC Dalwa, Senin (31/8/2026).
Tak kurang dari 300 anak laki-laki yang merupakan anak wali santri, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, diikutkan khitan massal yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori serta Pimpinan Ponpes Dalwa, Al-Habib Zain bin Hasan bin Ahmad Baharun.
Menurut Habib Zain, khitan massal merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Tujuannya tak lain untuk menumbuhkan jiwa peduli pada seluruh santri, utamanya dengan membantu masyarakat yang ingin mengkhitankan anak lelakinya.
"Ini wujud praktek anak-anak santri yang kita support untuk punya jiwa peduli pada sesama. Dan inilah yang diturunkan dari Habib Hasan sejak mendirikan ponpes dalwa, dan kami teruskan sampai saat ini," katanya.
Dengan dilaksanakannya Khitan Massal, Habih Zain berharap kepada para orang tua peserta agar memperhatikan tumbuh kembang para anak lelakinya. Terlebih dengan tidak melakukan aktifitas berlebih agar kesembuhan pasca khitan bisa cepat.
"Namanya juga anak-anak, habis khitan lupa. Langsung lari-lari atau aktifitas berlebih, jadi saya mohon dijaga dan diperhatikan kesehatannya," harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan menyambut baik Ponpes Dalwa yang ikut membantu pemerintah dalam urusan sosial kemanusiaan.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai membantu pemerintah daerah dalam peningkatan kesejahteraan maupun membantu masyarakat yang kekurangan atau ketidakmampuan dalam mengkhitankan anak lelakinya.
"Kami menyambut baik atas terlaksanakanya acara khitan massal yang dilaksanakan Ponpes Dalwa. Ini sekaligus membantu tugas pemda dalam hal pelaksanaan kegiatan sosial. Karena 98 persen, peserta khitan massal adalah warga Kabupaten Pasuruan," tegasnya. (emil)
Komentar