Guru Raudatul Atfal (RA) sebagai salah satu bentuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jalur formal melalui program pendidikan umum dan keagamaan Islam bagi anak harus menjadi inisiator dalam dunia pendidikan. Penegasan itu disampaikan oleh Plh. Bupati Pasuruan, Mujib Imron pada saat membuka Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Pengurus Cabang IGRA Korwil Barat.
Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kecamatan Rembang pada hari Rabu (5/7/2023), Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut menjabarkan tentang tantangan Guru RA ke depannya. Selain menjadi inisiator bagi anak didiknya, seorang Guru RA juga dituntut menjadi inspirator.
"Guru sudah jelas menjadi pendidik, pendidik adalah tidak hanya sekedar ilmu tetapi bagaimana anak murid membiasakan dengan kebaikan," jelasnya dalam forum pembelajaran sebagai media peningkatan kualitas terhadap guru-guru RA di Kabupaten Pasuruan tersebut.
Menurut Gus Mujib sapaannya, ada banyak nilai-nilai kebaikan yang tidak hanya diajarkan tenaga pendidik di dalam kelas, namun juga harus dipraktekkan. Terutama di dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Guru RA merupakan garda terdepan dalam menjadi demonstrator atau memperagakan agar anak-anak mengetahui mana yang baik dan juga yang buruk. Terlebih tujuan pendidikan PAUD adalah untuk membentuk kualitas dari anak didik.
"Tujuan pokok pendidikan PAUD itu adalah membentuk anak berkualitas dari kecerdasan, kesehatannya dan tumbuh-kembangnya. Peran Guru PAUD termasuk RA itu cukup penting," tandasnya dalam Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Pengurus Cabang IGRA Korwil Barat yang diikuti oleh 402 peserta dari 151 lembaga pendidikan di 9 Kecamatan tersebut.
Lebih lanjut, Plh. Bupati Pasuruan juga menekankan perihal hal-hal penting lainnya yang harus diperhatikan Guru RA dalam menyiapkan anak didiknya. Yakni memberikan bekal kemandirian untuk masuk ke jenjang selanjutnya yaitu Sekolah Dasar. Dengan demikian, anak diharapkan harus lebih berani dan aktif.
Di penghujung arahannya, Gus Mujib berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar terus berkomunikasi dengan wali murid untuk memantau perkembangan buah hatinya. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan orang tua tidak khawatir dan mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada seluruh Guru RA di masing-masing lembaga pendidikan. (Iguh+EKa Maria)
Komentar