Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pj. Bupati Pasuruan Tinjau Lokasi Banjir Bandang Desa Lumbang Bersama Sekdaprov dan Kalaksa BPBD Jatim

Gambar berita
29 Januari 2024 (15:00)
Pelayanan Publik
2733x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Hari ini, Senin (29/1/2024), Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto mengunjungi Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang yang sebelumnya diterjang banjir bandang dikarenakan hujan intensitas sangat deras dengan durasi lama. Kehadirannya bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim), Adhy Karyono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (Kalaksa BPBD Jatim), Gatot Soebroto serta beberapa Kepala Perangkat Daerah terkait. Dianaranya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja.  

Dalam agenda tinjau lokasi banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur pada hari Sabtu (27/1/2024) sore tersebut, Pj. Bupati Andriyanto bersama rombongan turun langsung menyusuri sungai di Desa Lumbang. Melihat lebih dekat kondisi lokasi longsor yang membawa material batu-batu besar ke hilir sungai. Selanjutnya berkoordinasi lintas sektor untuk percepatan penanganan pasca banjir, seperti halnya yang telah dilakukan pada hari Minggu (28/1/2024) bersama BPBD Kabupaten Pasuruan dan Provinsi Jatim. Berikut bersama TNI/Polri. Bersama-sama melakukan asesmen, mendata kerusakan bencana hidrometeorologi tersebut untuk dilakukan rehabilitasi.

"Kami meninjau Desa Lumbang yang ada kiriman batu dari atas sehingga membuat akses jalan terputus di 4 Desa disana. Diberikan banyak solusi alternatif yang kami diskusikan bersama Bapak Sekdaprov Jatim dan beberapa Kepala OPD terkait. Tapi disimpulkan, batu itu harus segera disingkirkan supaya ada akses. Karena kalau seandainya ada petani dari Desa di atas mau menjual hasil pertaniannya, maka dia harus segera turun. Kalau tidak harus memutar di beberapa Desa yang jauhnya bisa sampai 10 Km..Kan kasihan," ujarnya. 

Kata Pj. Bupati Andriyanto, proses penanganan pasca bencana dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk sementara, alat berat yang sudah diturunkan ke lokasi ada satu unit dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya akan disusulkan bantuan alat berat lainnya.    

"Sampai saat ini alat berat yang diterjunkan di lokasi baru dari Dinas PU Bina Marga Pemkab Pasuruan. Juga ada beberapa solusi alternatif bagaimana bisa menyelesaikan masalah itu. Perlu diketahui, sungai di Desa Lumbang kewenangannya Pemprov Jatim. Sedangkan infrastuktur jalannya masuk kewenangan Pemkab Pasuruan. Jadi kita bersinergi antara Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemda. Semuanya sudah berkolaborasi untuk mengatasi musibah ini," tandas Pj. Bupati Andriyanto.   

Dari hasil peninjauan tersebut diketahui, baik Pemerintah Kabupaten Pasuruan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan segera melakukan pembersihan material yang mengganggu akses jalan dampak banjir bandang. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja menambahkan, pihaknya juga siap membantu mengembalikan fungsi jalan dan jembatan di Desa Lumbang yang terputus akibat material lumpur dan bebatuan.

"Kami juga akan lakukan asesmen lebih detail, apakah perlu membuat jalur baru atau tetap menggunakan jalur yang lama ini. Tapi yang prioritas, bagaimana akses jalan Desa ini bisa kembali dilewati. Itu langkah yang akan kami lakukan dulu," katanya.

Diketahui, dampak banjir bandang, jembatan di Desa Lumbang terputus tergerus derasnya arus sungai. Demikian juga dengan jembatan yang menuju ke Desa Pancur yang juga tidak bisa difungsikan. Selain itu, akses jalan menuju beberapa Desa tertutup akibat longsor. Sebut saja Desa Kronto, Wonorejo, Karangasem dan Puspo.

Kata Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, longsor dan banjir di Kecamatan Lumbang berimbas pada kondisi daerah di bawahnya. Yakni Desa Prodo Kecamatan Winongan yang diterjang banjir bandang bermaterial lumpur. Daerah terparah berada di Dusun Jetis, Desa Prodo dengan menyisakan genangan lumpur hingga 50 cm.

"Banjir bandang di Desa Prodo bersumber dari Lumbang. Di sana terjadi banjir dan longsor yang juga membawa material batu," katanya. (Eka Maria)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi: Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027 Harus Bersih, Bebas Penyimpangan dan Semua Anak Harus Sekolah

Seleksi Penerimaan Murid Baru jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Kabup...

Article Image
Bupati Rusdi Hadiri Rapat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Kementerian ATR/BPN

Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah laju pembangunan yang ma...

Article Image
3 Raperda Non APBD Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 Disahkan Jadi Perda

Tiga Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Non APBD Tahun 2026, disahkan menjadi...

Article Image
Tekan Pengangguran Terbuka, Disnaker Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang II

Setelah sukses dengan gelombang pertama, Pemerintah Kabupaten  Pasuruan mel...

Article Image
3 Jemaah Haji Kabupaten Pasuruan Wafat Di Tanah Suci

Inna lillahi wa inna ilaiho rojiun. Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji...