Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Perluas Area Tanam Mangga Klonal 21 Hingga 150 Hektar

Gambar berita
23 Oktober 2017 (19:47)
Ekonomi
4157x Dilihat
0 Komentar
admin

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pertanian akan memperluas area tanaman Mangga Gadung Klonal 21 hingga 150 hektar.

Perluasan area tanam baru itu dilakukan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, di mana sebanyak 14 ribu bibit Klonal 21 akan diberikan secara gratis kepada seluruh petani di desa tersebut.

Ihwan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan mengatakan, perluasan area tanam baru diwujudkan dalam pemberian bibit klonal, lantaran di Desa Kalisat masih belum ditanami Mangga Klonal 21 oleh masyarakat setempat. Padahal, potensi untuk mengembangkan Klonal 21 di desa tersebut sangat bagus, lantaran memiliki kontur tanah yang ideal untuk ditanami ikon buah kebanggaan Kabupaten Pasuruan itu.

“Kalau selama ini hanya ada di Oro-Oro Ombo Kulon dan Wetan untuk yang ada di Kecamatan Rembang. Kalau di Kalisat masih belum, sehingga kita kembangkan supaya lebih besar lagi, sesuai keinginan Pak Bupati,” kata Ihwan di sela-sela kesibukannya, Senin (23/10/2017).

Pengadaan bibit Klonal 21 berasal dari anggaran APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2017 sebesar Rp 189 juta. Anggaran tersebut dipergunakan seluruhnya untuk pembelian bibit Klonal 21 setinggi 40 cm. Kata Ihwan, bibit tersebut akan menjadi pohon yang siap berbuah antara 4-5 tahun mendatang.

“Ini namanya menabung, karena masyarakat Rembang sudah sangat memahami betapa beruntungnya memiliki Klonal 21. Tinggal dirawat saja pasti dapat untung. Bayangkan saja kalau 1 pohon bisa berbuah sampai 1 Kwintal, nah kalau 1 Kg nya seharga Rp 35 ribu, maka bisa dapat 35 juta. Kalau punya 100 pohon tinggal dikalikan saja berapa,” imbuhnya.

Dengan dikembangkannya area tanam baru, maka total luasan lahan mangga gadung klonal 21 mencapai 5000 hektar lebih, yakni tersebar di Kecamatan Rembang, Sukorejo, Wonorejo, dan beberapa di Grati dan Nguling. Khusus di Grati dan Nguling, Ihwan berharap agar para petani di sana dapat mengembangkan mangga tersebut sendiri, tanpa melalui pihak lain.

“Kalau di Grati dan Nguling sayangs ekali kurang diperhatikan dengan baik, sehingga pihak lain yang justru akan diuntungkan lebih banyak. Kalau saja semuanya dilakukan oleh para petani, maka keuntungan pasti hanya untuk para petani tersebut,” jelas pria yang sudah 14 tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian itu. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...

Article Image
Keberhasilan Pemkab Pasuruan Terapkan Manajemen Talenta Pertama di Jatim, Ditiru dan Diikuti Banyak Daerah

Langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan metode manajemen talenta dalam...

Article Image
Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih

Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan c...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Investasi di Kabupaten Pasuruan Harus Kondusif dan Berdampak Baik pada Lingkungan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan bahwa PT. Stasionkota Saranapermai belu...

Article Image
Halal Bihalal dan Pembinaan Pegawai, Wabup Shobih Ajak Seluruh Pegawai Dinas SDA, Bina Marga dan Bina Konstruksi Tingkatkan Etos Kerja

Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan...