Memperingati
Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Pasuruan
menggelar Apel Bersama di halaman Gedung Kantor Bupati, Komplek Perkantoran
Kabupaten Pasuruan Jl. Raya Raci Km 9 Kecamatan Bangil. Dipimpin oleh
Sekretaris Daerah (Sekda), Yudha Triwidya Sasongko, kegiatan diikuti oleh Asisten,
Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Istimewanya,
Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan perpanjangan Adiwiyata
Mandiri dan Adiwiyata Nasional Tahun 2024 kepada sebelas sekolah. Secara simbolis, Piagam Penghargaan diserahkan oleh
Sekda Yudha kepada keempat sekolah. Masing-masing, SMAN 1 Pandaan, UPT Satuan
Pendidikan SMPN 1 Bangil, UPT Satuan pendidikan SDN Gambiran 1 dan MAN 1
Pasuruan.
“Selamat
dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak atas komitmen dan kontribusi
nyatanya dalam pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Pasuruan
tercinta. Tidak terkecuali, sekolah-sekolah dan para Pegiat Adiwiyata yang
secara konsisten mendorong penerapan konsep lingkungan di dalam kurikulum dan
sektor pendidikan,” katanya.
Pada
saat membacakan amanat Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, Sekda Yudha menyerukan
tentang pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Khususnya
dalam penyelesaian persoalan sampah yang saat ini darurat untuk segera diatasi.
Hal itu selaras dengan penetapan tema global "Ending Plastic Pollution" oleh United Nations Environment Programme (UNEP) yang bermakna, “Hentikan
Polusi Plastik”.
“Tema
ini mengingatkan kita pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan
melestarikan alam demi keberlanjutan hidup generasi mendatang. Sangat relevan
dengan kondisi saat ini dengan mempertimbangkan dampak signifikan pencemaran
plastik pada lingkungan, kesehatan masyarakat dan mahluk hidup lainnya. Hal itu
sejalan dengan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto terkait target
pengelolaan sampah 50 persen di tahun 2025 dan 100 persen pada tahun 2029,” jelasnya
pada hari Kamis (5/6/2026).
Ditambahkannya,
peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini menjadi momen penting dalam upaya
penanganan sampah. Oleh karenanya dibutuhkan kolaborasi antara Pemerintah,
sektor swasta, komunitas lokal dan masyarakat. Semuanya harus bergandengan
tangan dan bekerjasama untuk menciptakan solusi yang efektif.
Di tingkat
Pemerintah, kebijakan yang dilaksanakan yakni mendorong penggunaan energi
terbarukan, pengurangan emisi dan memprioritaskan perlindungan keanekaragaman
hayati. Selain itu, sektor swasta harus berinovasi dalam menciptakan produk dan
layanan yang ramah lingkungan.
Selain
itu, dibutuhkan kolaborasi antara sektor pendidikan, akademisi dan masyarakat dalam
berbagai proyek lingkungan hidup. Termasuk di dalamnya, komitmen kelompok
swadaya masyarakat dalam melakukan upaya pengurangan dan pengelolaan sampah secara
konsisten, demi terwujudnya kelestarian lingkungan. Tentunya, peran para
pendidik dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda sejak dini
sangatlah penting untuk keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan di masa
depan.
“Saya mengajak
semua ASN Pemkab Pasuruan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap
lingkungan. Marilah kita mulai dari diri sendiri dengan menerapkan gaya hidup
ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi
dan mendukung produk-produk ramah lingkungan. Semoga kita semakin terinspirasi
dan termotivasi untuk berbuat lebih banyak bagi bumi Pasuruan tercinta. Mari kita
jaga dan lestarikan lingkungan demi masa depan yang lebih baik untuk anak cucu
kita,” pintanya seraya tersenyum.
Masih
di momen yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah plastik.
Baik yang dilakukan di sekitar Gedung Kantor Bupati maupun GOR Sasana Krida
Anoraga. Berikut, dilakukan di masing-masing kantor OPD.
Tidak berhenti sampai di situ saja. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 diteruskan dengan melakukan
penghijauan. Hal itu ditandai dengan menempelkan beberapa tanaman hias seperti Tanduk
Rusa di batang pohon Pule yang ditanam berjajar rapi menghiasi halaman depan Gedung Kantor Bupati. (Eka Maria)
Komentar