Banyak cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk mencetak generasi tangguh, berkualitas dan berkarakter. Diantaranya dilakukan dengan meningkatkan kualitas pendidikan secara intens dan berkesinambungan.
Adalah Ikatan Doktor Pasuruan Raya (IDPR) dan Pimpinan Perguruan Tinggi Pasuruan Raya (PPTP) yang diproyekskan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto menjadi mitra dalam memajukan dunia edukasi lintas generasi. Khususnya difokuskan kepada generasi milenial Z atau yang populer disebut sebagai generasi sandwich.
"Pentahelix terdiri dari 5 elemen. Negara, dunia usaha, akademisi dan media. Untuk itu, kita harus benar-benar aktif, berkolaborasi dan bersinergi. Terutama bagaimana unsur perguruan tinggi bermitra dengan Pemerintah secara istiqomah, terus-menerus," pintanya pada hari Kamis (16/5/2024) sore.
Menurut hemat alumnus Program Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Universiats Airlangga tersebut, sebuah capaian itu akan berhasil ketika semua komponen saling membantu dan berinteraksi. Maka dari itu, baik IDPR maupun para petinggi civitas akademika sudah seyogyanya merapatkan barisan, membangun peradaban dengan berbagi ilmu yang bermanfaat untuk umat.
"Sejatinya mensifati karakter seseorang itu bukan dinilai darimana dia berasal. Bukan karena gelar akademik juga. Tapi bagaimana manusia itu memperhatikan manusia lainnya. Sebagai insan akademis, kita harus lebih banyak membantu lingkungan sekitar dengan keilmuan kita. Karena itu, saya titip, mari kita bersama-sama membangun daerah, terutama memajukan bidang pendidikan. Terlebih di Kabupaten Pasuruan ada 7 kampus," ucapnya dengan bersemangat.
Digelar di Auditrium Mpu Sindok, Graha Maslahat Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan, Pj. Bupati Andriyanto menjabarkan feomena sosial yang menjangkiti generasi milenial di era disrupsi. Sehingga dibutuhkan sebuah gerakan massif secara kolektif dari IDPR dan Pimpinan Perguruan Tinggi untuk mencari solusinya. Diantaranya dengan berbagi keilmuan, pendidikan karakter dan menekankan tentang urgensi menuntut ilmu.
"Ingat, Forum Doktor harus sering diskusi. Kontribusi dan kiprahnya di masyarakat selalu ditunggu. Tantangan selanjutnya, menjadikan generasi milenial Z mempunyai keinginan untuk belajar. Karena faktanya, fenomena sosial saat ini, generasi sandwich yang merupakan usia produktif banyak yang menganggur. Tidak kuliah dan tidak bekerja. Kebanyakan memiliki cara berpikir instan," jelasnya dalam acara yang dihadiri oleh Ketua IDPR, Zainal Abidin dan puluhan doktor dari program studi heterogen tersebut. (Eka Maria)
Komentar